Setapak Langkah – 22 Juni 2026 | Menjelang pertengahan tahun 2022, Menteri Perdagangan (Mendag) Busan menegaskan pentingnya waralaba sebagai model bisnis yang dapat mempercepat penciptaan wirausaha baru di Indonesia. Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Jakarta, Mendag menguraikan strategi pemerintah untuk memanfaatkan jaringan waralaba dalam rangka meningkatkan daya saing UMKM serta memperluas lapangan kerja.
Berikut beberapa poin utama yang disampaikan:
- Standar kualitas dan regulasi: Pemerintah berkomitmen menyusun standar operasional prosedur yang jelas bagi franchisor dan franchisee, termasuk perlindungan hak konsumen dan kepastian hukum.
- Dukungan pembiayaan: Bank pembangunan dan lembaga keuangan non‑bank akan menyediakan paket kredit khusus dengan bunga ringan bagi calon franchisee yang memenuhi kriteria.
- Pelatihan dan sertifikasi: Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan lembaga pendidikan dan asosiasi waralaba untuk menyelenggarakan program pelatihan manajemen bisnis, pemasaran, dan pengelolaan rantai pasok.
- Promosi internasional: Melalui pameran dagang dan misi dagang, pemerintah membantu brand lokal menembus pasar luar negeri melalui model waralaba.
Selain itu, Mendag menyoroti tiga sektor yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan lewat waralaba, yaitu makanan dan minuman, layanan kebersihan, serta pendidikan non‑formal. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan pertumbuhan sektor makanan dan minuman mencapai 6,5% pada kuartal pertama 2022, menjadikannya peluang bagi pelaku usaha yang ingin memperluas jaringan melalui sistem waralaba.
Langkah konkret yang akan diambil dalam enam bulan ke depan meliputi:
- Penyusunan regulasi standar waralaba yang diharapkan selesai pada akhir September 2022.
- Pembentukan dana khusus sebesar Rp500 miliar untuk kredit usaha waralaba.
- Peluncuran portal digital yang memuat database franchisor terverifikasi serta panduan lengkap bagi calon franchisee.
Pemerintah berharap dengan kebijakan ini, jumlah unit waralaba di Indonesia dapat meningkat 30% dalam dua tahun ke depan, sekaligus menurunkan tingkat pengangguran melalui penciptaan peluang usaha yang lebih terstruktur.