Setapak Langkah – 19 April 2026 | Pasar saham Indonesia kembali memperhatikan pergerakan saham Bank Central Asia (BBCA) yang masih diperdagangkan di bawah nilai wajar menurut analis. Harga BBCA yang berada di kisaran Rp7.300 per lembar masih dianggap “diskon” dibandingkan perkiraan nilai intrinsik, memicu aksi beli di kalangan internal perusahaan.
Sejumlah anggota dewan direksi BBCA melakukan pembelian saham secara bersamaan dalam beberapa hari terakhir. Langkah ini dilihat sebagai sinyal kepercayaan manajemen terhadap prospek laba dan pertumbuhan bank di tengah kondisi ekonomi yang belum pasti.
- Direktur Utama – membeli 5.000 lembar
- Direktur Keuangan – membeli 3.500 lembar
- Direktur Operasional – membeli 2.200 lembar
- Direktur Risiko – membeli 1.800 lembar
- Direktur Kepatuhan – membeli 1.200 lembar
Jumlah pembelian tersebut mencerminkan total investasi sekitar Rp 50 miliar, yang setara dengan kurang lebih 0,2% dari total saham beredar BBCA. Meskipun proporsi kecil, aksi serok saham oleh direksi biasanya diartikan sebagai dukungan kuat terhadap valuasi saat ini dan ekspektasi kenaikan harga di masa depan.
Para analis memperkirakan bahwa jika BBCA berhasil mempertahankan margin bunga bersih (NIM) dan menambah portofolio kredit ritel, harga saham dapat bergerak mendekati atau melampaui level Rp8.000 per lembar dalam jangka menengah. Namun, risiko eksternal seperti fluktuasi suku bunga global dan tekanan regulasi tetap menjadi faktor penghambat.
Investor ritel disarankan untuk menilai kembali posisi mereka pada BBCA dengan memperhatikan indikator fundamental serta aksi internal manajemen. Bila harga tetap di bawah nilai wajar, peluang “buy the dip” dapat menjadi strategi yang menarik, namun tetap penting untuk menjaga diversifikasi portofolio.