Setapak Langkah – 12 Agustus 2026 | Partai Hanura menegaskan pentingnya memberikan ruang yang adil bagi calon legislatif (caleg) yang memiliki kompetensi tinggi, agar mereka tidak kalah hanya karena keterbatasan dana kampanye. Menurut pihak partai, sistem pemilu yang terlalu menekankan pada kemampuan finansial dapat menggerus kualitas representasi rakyat.
Ketua Umum Hanura, berikutnya, mengingatkan bahwa kualitas calon legislatif seharusnya menjadi faktor utama dalam proses pemilihan. “Kita harus memastikan bahwa calon yang terpilih memang mampu mengawal aspirasi konstituen, bukan sekadar yang mampu mengeluarkan uang paling banyak,” ujarnya dalam konferensi pers.
Beberapa langkah yang diusulkan Hanura untuk mengatasi ketimpangan modal antara calon antara lain:
- Mengurangi batas ambang minimal dana kampanye yang wajib dilaporkan, sehingga tidak menjadi beban berat bagi calon dengan sumber daya terbatas.
- Mendorong penerapan sistem pendanaan publik yang transparan, yang dapat menyalurkan bantuan keuangan secara adil kepada semua calon yang memenuhi standar kualitas.
- Memperketat regulasi iklan politik di media massa, sehingga kampanye tidak semata-mata bergantung pada kemampuan membeli ruang iklan yang mahal.
- Mengoptimalkan penggunaan platform digital untuk kampanye, yang biaya operasionalnya lebih rendah namun tetap efektif menjangkau pemilih.
Hanura juga menekankan pentingnya peran masyarakat sipil dalam mengawasi proses pemilihan, agar tidak terjadi penyalahgunaan dana kampanye. Dengan pengawasan yang ketat, diharapkan calon berkualitas dapat bersaing secara sehat tanpa terhalang oleh faktor finansial.
Jika reformasi ini dapat diimplementasikan, Hanura percaya bahwa kualitas legislatif Indonesia akan meningkat, menghasilkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan rakyat.