Setapak Langkah – 26 Juni 2026 | Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menekankan pentingnya jajaran Polri untuk menjadikan hasil Survei Persepsi Masyarakat dan Evaluasi Kinerja Polri sebagai bahan motivasi dalam meningkatkan kualitas layanan keamanan.
Survei tersebut digelar secara periodik oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dengan melibatkan ribuan responden di seluruh wilayah Indonesia. Fokus utama survei meliputi persepsi keamanan, kepercayaan publik terhadap aparat kepolisian, serta penilaian terhadap respons kepolisian dalam menangani kejahatan.
Hasil sementara mengindikasikan bahwa sebagian besar masyarakat masih merasa aman, namun terdapat penurunan kepercayaan pada beberapa wilayah yang mengalami peningkatan kasus kriminalitas. Temuan utama antara lain:
- Rata‑rata tingkat kepuasan publik terhadap respons polisi menurun 3 % dibanding survei sebelumnya.
- Isu transparansi dan akuntabilitas menjadi keluhan utama responden.
- Permintaan peningkatan kehadiran polisi di daerah pedesaan dan kawasan permukiman padat.
Habiburokhman menegaskan, “Data ini bukan sekadar angka, melainkan cermin yang harus dijadikan pendorong bagi Polri untuk berbenah. Setiap temuan harus diolah menjadi program perbaikan yang konkret.” Ia mengajak pimpinan Polri untuk menyusun rencana aksi berbasis bukti, termasuk pelatihan tambahan, penyesuaian penempatan personel, serta peningkatan mekanisme pengaduan masyarakat.
Menanggapi seruan tersebut, Kapolri menuturkan bahwa institusi kepolisian telah membentuk tim khusus untuk menelaah hasil survei dan menyusun rekomendasi kebijakan internal. Tim tersebut diharapkan dapat menyampaikan laporan kepada DPR dalam waktu tiga bulan ke depan.
Jika rekomendasi tersebut diimplementasikan secara konsisten, diharapkan akan tercipta peningkatan kepercayaan publik, penurunan angka kriminalitas, serta terciptanya budaya kerja yang lebih akuntabel di lingkungan Polri.