Setapak Langkah – 11 Agustus 2026 | Gus Miftah menegaskan bahwa Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tidak melakukan campur tangan dalam proses pemilihan Rais Aam maupun Ketua Umum Persatuan Bimbingan Nahdlatul Ulama (PBNU) yang dilaksanakan pada Muktamar ke‑35 NU.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh tokoh agama tersebut dalam sebuah konferensi pers yang dihadiri oleh media nasional, setelah hasil pemilihan PBNU diumumkan. Gus Miftah menolak spekulasi bahwa istana berusaha memengaruhi hasil pemilihan, serta mengingatkan agar tidak mengaitkan institusi kepresidenan dengan urusan internal organisasi keagamaan.
- Prabowo Subianto tidak memberikan arahan atau tekanan kepada kader PBNU terkait pilihan calon.
- Proses pemilihan dijalankan secara transparan oleh panitia pemilihan PBNU.
- Gus Miftah menekankan pentingnya memisahkan ranah politik dan keagamaan.
Gus Miftah menutup dengan pernyataan tegas, “Jangan bawa-bawa istana dalam urusan internal organisasi keagamaan. Kami mengharapkan proses demokrasi internal NU tetap berjalan bebas dari intervensi politik.”
Reaksi dari kalangan NU dan pengamat politik umumnya mengapresiasi klarifikasi tersebut sebagai upaya menjaga independensi lembaga keagamaan sekaligus menegaskan batas peran lembaga negara dalam urusan internal organisasi keagamaan.