Setapak Langkah – 14 Juli 2026 | Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menanggapi keluhan masyarakat terkait antrean panjang di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di provinsi tersebut. Menurutnya, fenomena ini dipicu oleh beberapa faktor yang saling berinteraksi.
Berikut ini merupakan penyebab utama yang diidentifikasi oleh pemerintah provinsi:
- Keterbatasan suplai bahan bakar: Pengiriman tanker ke Sumatera Utara mengalami penundaan karena kondisi jalan yang masih dalam perbaikan dan cuaca ekstrim di beberapa wilayah.
- Peningkatan permintaan mendadak: Musim libur dan peningkatan aktivitas ekonomi menyebabkan lonjakan permintaan kendaraan pribadi dan angkutan umum.
- Gangguan pada fasilitas penyimpanan: Beberapa depot BBM mengalami pemeliharaan rutin yang mengurangi kapasitas penyaluran.
- Distribusi yang tidak merata: Penempatan SPBU yang tidak seimbang antara daerah perkotaan dan pedesaan memperparah antrean di titik‑titik yang strategis.
- Kendala operasional: Kekurangan tenaga kerja di pompa bensin serta jam operasional yang terbatas pada beberapa daerah menambah tekanan pada konsumen.
Gubernur Bobby menegaskan bahwa pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan kementerian energi dan perusahaan logistik untuk meningkatkan frekuensi pengiriman, memperbaiki infrastruktur jalan, serta memperluas jam operasional SPBU. Ia juga meminta masyarakat untuk mengatur penggunaan bahan bakar secara lebih efisien dan menghindari pembelian berlebihan pada saat puncak.
Langkah-langkah mitigasi tersebut diharapkan dapat mengurangi waktu tunggu dan memastikan ketersediaan bahan bakar yang lebih stabil di seluruh wilayah Sumatera Utara.