Setapak Langkah – 16 Juni 2026 | Ratusan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cirendeu, serta Universitas Pamulang (Unpam) menggelar aksi demonstrasi di Gerbang Pancasila Gedung DPR/MPR RI. Demonstran menurunkan spanduk serta meneriakkan slogan-slogan yang menuntut agar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengundurkan diri.
Kelompok aksi menyoroti sejumlah kebijakan pemerintah yang mereka nilai tidak berpihak pada kepentingan rakyat, termasuk isu-isu korupsi, kebijakan ekonomi yang menekan kelas menengah, serta pelanggaran hak asasi manusia. Mereka menambahkan bahwa kepemimpinan dua tokoh tersebut tidak dapat menyalurkan aspirasi generasi muda dan menghambat proses demokrasi yang sehat.
Selain menuntut pengunduran diri, para mahasiswa juga menyerukan pelaksanaan Reformasi Jilid II, sebuah agenda yang diharapkan dapat memperkuat mekanisme checks and balances, meningkatkan transparansi lembaga legislatif, serta mengoptimalkan partisipasi publik dalam pembuatan kebijakan.
- Pengunduran diri Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
- Penerapan Reformasi Jilid II dengan fokus pada penguatan lembaga pengawas.
- Penegakan kebijakan anti‑korupsi yang lebih tegas.
- Peningkatan transparansi anggaran dan partisipasi publik.
Aksi berlangsung damai, namun menimbulkan ketegangan antara aparat keamanan dan demonstran. Polisi menyiapkan barikade serta melakukan pengamanan ekstra di sekitar area DPR. Hingga kini, belum ada respons resmi dari pihak kepresidenan terkait tuntutan mahasiswa.
Demonstrasi ini menjadi salah satu contoh meningkatnya aktivisme politik di kalangan mahasiswa Indonesia, yang menuntut perubahan struktural demi tercapainya pemerintahan yang lebih akuntabel dan responsif terhadap aspirasi rakyat.