Setapak Langkah – 16 April 2026 | PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) unit Energi dan Pendapatan Indonesia (EPI) mempercepat program gasifikasi biomassa sebagai alternatif pengganti bahan bakar diesel di Pulau Karimun. Melalui kerja sama strategis dengan Karimun Power Plant, PLN EPI meluncurkan proyek percontohan yang menargetkan produksi syngas (gas sintetik) dari limbah biomassa lokal.
Proyek ini muncul sebagai respons terhadap kebutuhan energi bersih dan upaya pemerintah untuk menurunkan emisi karbon di sektor kelistrikan. Dengan mengolah limbah pertanian, kayu, dan sampah organik menjadi syngas, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada diesel yang memiliki dampak lingkungan tinggi.
Berikut rangkaian langkah utama dalam proyek pilot tersebut:
- Pengumpulan biomassa: Limbah pertanian dan kayu dari petani serta industri lokal dikumpulkan dan diproses di fasilitas pra‑treatmen.
- Gasifikasi: Biomassa dimasukkan ke dalam reaktor gasifikasi berteknologi tinggi yang menghasilkan syngas berupa campuran hidrogen, karbon monoksida, dan metana.
- Purifikasi: Syngas dibersihkan dari kontaminan seperti tar dan partikel padat untuk memastikan kualitas bahan bakar yang stabil.
- Distribusi: Syngas yang telah dipurifikasi disalurkan ke pembangkit listrik Karimun Power Plant sebagai bahan bakar pengganti diesel.
Manfaat yang diharapkan meliputi:
- Penurunan emisi CO₂ hingga 30% dibandingkan pembangkit berbahan bakar diesel.
- Peningkatan kemandirian energi lokal dengan memanfaatkan sumber daya biomassa yang melimpah.
- Penciptaan lapangan kerja baru di sektor pengumpulan, pengolahan, dan pemeliharaan fasilitas gasifikasi.
Selain manfaat lingkungan, proyek ini juga mendukung target Nasional untuk meningkatkan porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional menjadi 23% pada tahun 2025. Dengan mengintegrasikan teknologi gasifikasi biomassa, PLN EPI menunjukkan komitmen nyata terhadap transisi energi bersih dan mengurangi beban biaya operasional pembangkit listrik berbahan bakar fosil.