Setapak Langkah – 20 Juni 2026 | Josua Pardede, Kepala Ekonom Permata Bank, menegaskan bahwa meskipun kondisi global masih penuh ketidakpastian, fondasi ekonomi Indonesia tetap solid dan menjadi pendorong utama kepercayaan pasar modal serta investor asing.
Berbagai indikator makroekonomi menunjukkan stabilitas yang cukup kuat, antara lain:
- Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) diproyeksikan mencapai 5,1% pada 2024, didorong oleh konsumsi rumah tangga dan investasi sektor infrastruktur.
- Inflasi konsumen berhasil ditekan di bawah target bank sentral, berada pada kisaran 2,5%–3,0%.
- Neraca perdagangan tetap surplus, didukung oleh ekspor komoditas serta perbaikan pada nilai tukar rupiah.
- Cadangan devisa mencapai lebih dari US$140 miliar, memberikan ruang manuver bagi Bank Indonesia dalam menjaga likuiditas.
- Kebijakan fiskal tetap disiplin, dengan defisit anggaran di bawah 3% dari PDB.
Stabilitas fundamental tersebut tercermin pada dinamika pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berada pada level historis, sementara aliran investasi asing bersih (FDI) menunjukkan peningkatan pada kuartal terakhir. Peringkat kredit negara oleh lembaga pemeringkat internasional juga tetap stabil, menambah keyakinan investor luar negeri.
Pandangan Pardede juga menekankan bahwa kepercayaan pasar tidak otomatis bersifat permanen. Pemerintah perlu terus memperkuat reformasi struktural, khususnya di sektor energi, regulasi tenaga kerja, dan pengembangan sumber daya manusia, untuk menjaga momentum pertumbuhan jangka panjang.
Dengan fondasi yang kuat, prospek ekonomi Indonesia diperkirakan akan tetap positif selama beberapa tahun ke depan, asalkan risiko eksternal dapat dikelola dan kebijakan domestik tetap konsisten.