Setapak Langkah – 06 Juni 2026 | Forum Anak Daerah (FAD) Kota Pontianak terus memperkuat perannya sebagai platform partisipasi publik yang mendukung berbagai proyek pembangunan kota. Sebagai jaringan pemuda dan aktivis lokal, FAD berfokus pada inisiatif yang mengintegrasikan aspirasi warga, terutama generasi muda, ke dalam agenda pembangunan.
Berbagai program yang diluncurkan FAD selama dua tahun terakhir meliputi:
- Pemeliharaan dan revitalisasi ruang terbuka hijau, termasuk penanaman pohon di sekitar Alun‑Alun Komet serta perbaikan jalur pejalan kaki di kawasan bersejarah.
- Penyuluhan dan pelatihan keterampilan kerja bagi pemuda, seperti kursus digital marketing, pembuatan kerajinan tangan, dan pelatihan wirausaha.
- Penggalangan dana dan kampanye sosial untuk pembangunan fasilitas kesehatan desa pinggiran kota, termasuk klinik mobile.
- Advokasi kebijakan publik, khususnya terkait tata ruang kota, transportasi ramah lingkungan, dan partisipasi warga dalam perencanaan anggaran daerah.
Melalui kolaborasi dengan Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, serta lembaga swadaya masyarakat, FAD berhasil menyalurkan lebih dari 1,2 juta rupiah bantuan material untuk renovasi 15 taman kota. Data yang dihimpun FAD menunjukkan peningkatan kunjungan warga ke taman tersebut sebesar 35 % dalam enam bulan pertama setelah perbaikan.
| Program | Target | Hasil |
|---|---|---|
| Revitalisasi Taman | 15 taman | 1,2 juta rupiah bantuan material, kunjungan naik 35 % |
| Pelatihan Keterampilan | 300 pemuda | 80 % peserta mendapatkan pekerjaan atau memulai usaha |
| Klinik Mobile | 5 desa pinggiran | 12.000 warga dilayani dalam 1 tahun |
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari pendekatan inklusif yang diterapkan FAD, yaitu melibatkan tokoh masyarakat, pelaku usaha, serta mahasiswa dalam setiap fase perencanaan. Pendekatan ini memperkuat rasa memiliki dan memastikan bahwa proyek yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan riil warga.
Ke depan, Forum Anak Daerah berencana memperluas jangkauannya dengan meluncurkan program “Smart City Youth” yang menekankan penggunaan teknologi informasi untuk mengoptimalkan layanan publik, serta memperkuat jaringan kolaboratif antar‑kabupaten di Kalimantan Barat.