Setapak Langkah – 23 April 2026 | Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rizal Taufikurahman, menekankan bahwa optimisme terhadap kebijakan fiskal pemerintah harus disertai dengan langkah konsolidasi yang nyata. Ia menyatakan bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren positif, fondasi fiskal masih memerlukan perbaikan struktural.
Berikut poin‑poin utama yang disorot oleh ekonom tersebut:
- Penguatan administrasi perpajakan untuk menutup kesenjangan antara target dan realisasi pajak.
- Peningkatan efisiensi belanja modal dengan mekanisme evaluasi berbasis hasil.
- Pengurangan defisit fiskal secara bertahap menuju batas yang ditetapkan dalam Undang‑Undang Fiskal.
- Pengelolaan utang publik yang berkelanjutan, menghindari akumulasi beban bunga yang tinggi.
Rizal menambahkan bahwa konsolidasi fiskal tidak hanya berdampak pada stabilitas makroekonomi, melainkan juga meningkatkan kepercayaan investor domestik dan asing. Ia mengingatkan bahwa tanpa disiplin fiskal, optimisme yang berlebihan dapat berbalik menjadi risiko inflasi dan tekanan nilai tukar.
Dengan menyeimbangkan antara stimulus pertumbuhan dan pengetatan fiskal, pemerintah diharapkan dapat menciptakan lingkungan ekonomi yang lebih resilient dan mendukung pencapaian target pertumbuhan sebesar 5,1‑5,5 persen pada tahun mendatang.