Setapak Langkah – 06 Juni 2026 | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Andre Rosiade, menegaskan bahwa Kabupaten Kepulauan Mentawai akan menjadi fokus utama dalam program SPPG 3T (Sarana, Prasarana, dan Pengembangan untuk Wilayah Terpencil, Terluar, Terdepan). Ia menyatakan komitmen legislatif untuk mempercepat alokasi anggaran dan pelaksanaan proyek‑strategis guna mengatasi ketertinggalan infrastruktur serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Kepulauan Mentawai, yang terletak di lepas pantai Sumatera Barat, dikenal sebagai wilayah terdepan dan terluar Indonesia. Kondisi geografis yang terpencil membuat akses transportasi, layanan kesehatan, pendidikan, dan listrik masih terbatas. Selain itu, daerah ini rawan bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami, sehingga kebutuhan akan mitigasi bencana menjadi sangat mendesak.
- Infrastruktur transportasi: Pembangunan pelabuhan baru, peningkatan bandara mentawai, serta perbaikan jalur laut dan darat untuk memperlancar distribusi barang dan mobilitas penduduk.
- Listrik dan energi terbarukan: Instalasi pembangkit listrik tenaga surya dan mikrohidro untuk menjamin pasokan listrik yang stabil dan ramah lingkungan.
- Layanan kesehatan: Pendirian rumah sakit daerah, peningkatan fasilitas puskesmas, serta program telemedicine untuk menjangkau daerah terpencil.
- Pendidikan dan pelatihan: Revitalisasi sekolah, beasiswa khusus, dan pusat pelatihan vokasi yang menyesuaikan dengan potensi lokal seperti perikanan dan pariwisata.
- Pengembangan ekonomi berbasis wisata dan perikanan: Promosi ekowisata, penguatan rantai pasok ikan, serta dukungan bagi UMKM setempat melalui akses pembiayaan mikro.
- Mitigasi bencana: Pembangunan sistem peringatan dini, penataan kembali permukiman rawan, dan pelatihan kesiapsiagaan masyarakat.
Andre Rosiade menambahkan, “Kami tidak hanya ingin menyalurkan dana, tetapi memastikan setiap proyek memiliki dampak berkelanjutan bagi masyarakat Mentawai. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak swasta menjadi kunci keberhasilan program ini.”
Dalam rapat komisi terkait, DPR menyiapkan rancangan peraturan yang mempercepat proses perizinan dan memudahkan alokasi anggaran khusus untuk wilayah 3T. Diharapkan, pada akhir tahun 2027, seluruh prioritas pembangunan di Mentawai dapat terealisasi, sehingga indeks pembangunan manusia (IPM) daerah tersebut menunjukkan peningkatan signifikan.