Setapak Langkah – 29 Juni 2026 | Komisi DPR telah menyiapkan langkah untuk menuntut penjelasan resmi dari pemerintah terkait insiden meninggalnya lima orang peserta Latsarmil (Latihan Dasar Militer) yang merupakan calon manajer Kopdes Merah Putih. Kejadian ini menimbulkan keprihatinan luas karena melibatkan warga sipil yang tengah menjalani program pelatihan militer sebagai persiapan jabatan manajerial di perusahaan koperasi desa.
Dalam rapat internal, anggota DPR menekankan perlunya transparansi penuh mengenai penyebab kematian, prosedur medis yang diterapkan, serta tanggung jawab pihak penyelenggara pelatihan. Selain itu, mereka mendesak dilakukannya audit hak asasi manusia (HAM) secara menyeluruh untuk menilai apakah standar keamanan dan perlindungan hak peserta telah dipenuhi selama pelaksanaan Latsarmil.
Berikut poin-poin utama yang akan diajukan DPR kepada pemerintah:
- Pengungkapan kronologis lengkap kejadian, termasuk waktu, lokasi, dan kondisi medis peserta sebelum dan sesudah pelatihan.
- Penelitian independen atas prosedur keamanan dan kesehatan yang diterapkan dalam Latsarmil.
- Audit HAM menyeluruh untuk menilai kepatuhan terhadap standar internasional dalam pelatihan militer bagi warga sipil.
- Penetapan rekomendasi kebijakan guna mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.
Pihak kepolisian dan lembaga kesehatan telah diminta untuk berkoordinasi dalam penyelidikan, sementara keluarga korban menuntut keadilan dan kepastian hukum. DPR berharap respons cepat dari pemerintah agar kepercayaan publik terhadap lembaga negara tidak semakin tergerus.
Jika hasil audit mengindikasikan pelanggaran hak asasi manusia, DPR siap mengajukan langkah legislatif yang lebih ketat untuk mengatur pelaksanaan program pelatihan serupa, termasuk pengawasan yang lebih intensif dan sanksi bagi pelanggar.