Setapak Langkah – 04 Agustus 2026 | Tim dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta (FPsi UNJ) baru-baru ini menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema Menatap Masa Depan Melalui Pendidikan: Psikoedukasi untuk Meningkatkan Motivasi pada Remaja Pulo Gebang. Acara yang dilaksanakan di lingkungan Pulo Gebang ini bertujuan memperkuat semangat belajar para remaja sekaligus memperkenalkan berbagai peluang beasiswa yang dapat mereka manfaatkan.
Selama sesi interaktif, para dosen menyajikan materi psikoedukasi yang menekankan pentingnya mindset positif, strategi belajar efektif, dan pengelolaan waktu. Pendekatan psikologis ini dirancang agar remaja dapat mengidentifikasi hambatan internal yang mengganggu proses belajar serta menemukan cara praktis untuk mengatasinya.
Selain ceramah, kegiatan ini mencakup beberapa sub‑program penting:
- Sesi Motivasi Belajar: Diskusi kelompok yang dipandu oleh psikolog senior, membahas cara meningkatkan konsentrasi dan mengatasi rasa malas.
- Workshop Keterampilan Belajar: Praktik teknik pencatatan, mind‑mapping, dan metode mengingat yang terbukti meningkatkan retensi materi.
- Pengungkapan Peluang Beasiswa: Penyajian daftar beasiswa nasional dan internasional yang relevan untuk remaja, lengkap dengan persyaratan, tenggat waktu, dan tips aplikasi.
- Talkshow Alumni: Alumni UNJ berbagi pengalaman mereka dalam memperoleh beasiswa dan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Daftar beasiswa yang dipaparkan meliputi:
- Beasiswa Prestasi Nasional (BPN) – terbuka untuk siswa SMA/SMK berprestasi akademik dan non‑akademik.
- Beasiswa Pemerintah Daerah DKI Jakarta – khusus bagi pelajar yang berdomisili di wilayah Jakarta.
- Beasiswa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang fokus pada bidang sosial‑humaniora.
- Beasiswa Internasional seperti Fulbright Indonesia dan Chevening yang menargetkan calon pemimpin masa depan.
Reaksi para remaja yang hadir sangat positif. Salah satu peserta mengungkapkan, “Saya jadi lebih percaya diri untuk belajar dan mengajukan beasiswa karena sekarang tahu langkah‑langkahnya.” Dosen FPsi UNJ menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus diulang di wilayah lain, dengan harapan dapat menciptakan generasi muda yang tidak hanya termotivasi, tetapi juga terinformasi tentang jalur pendidikan lebih tinggi.
Melalui sinergi antara dunia akademik dan komunitas, program ini diharapkan dapat menurunkan angka putus sekolah di daerah marginal serta meningkatkan partisipasi remaja dalam program beasiswa. Keberlanjutan inisiatif ini akan menjadi indikator utama dalam menilai dampak nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.