Setapak Langkah – 23 April 2026 | Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmen dalam mengelola sampah kota menjadi sumber energi listrik melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang baru saja ditandatangani. Proyek ini menargetkan tiga wilayah utama, yaitu Kota Bekasi, Bogor Raya, dan Denpasar Raya, sebagai percontohan implementasi teknologi waste-to-energy (WtE) skala menengah.
Kerja sama ini mencakup pembangunan Pusat Sampah Energi Listrik (PSEL) yang dirancang untuk mengolah limbah organik dan non‑organik menjadi listrik melalui proses pembakaran terkendali dan pemanfaatan gas metana. Setiap PSEL diperkirakan dapat menghasilkan antara 5 hingga 12 megawatt listrik, cukup untuk memasok kebutuhan listrik rumah tangga di wilayah sekitarnya.
- PSEL Kota Bekasi: Fokus pada pengolahan sampah domestik dan industri ringan, diproyeksikan menghasilkan 8 MW.
- PSEL Bogor Raya: Memanfaatkan limbah pertanian dan pasar tradisional, diperkirakan menghasilkan 6 MW.
- PSEL Denpasar Raya: Mengintegrasikan pengelolaan sampah wisata dan rumah tangga, target produksi 5 MW.
Implementasi proyek ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) hingga 30 persen, sekaligus menurunkan emisi karbon dengan menggantikan pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Pemerintah menilai bahwa inisiatif ini tidak hanya memberi solusi lingkungan, tetapi juga membuka peluang investasi baru di sektor energi terbarukan.
Selain manfaat lingkungan, proyek ini juga diharapkan meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal. Tenaga kerja baru akan tercipta dalam operasional PSEL, termasuk posisi teknisi, operator, dan tenaga ahli pengelolaan limbah. Pemerintah berjanji akan memberikan pelatihan khusus bagi warga setempat guna memastikan keberlanjutan operasional.
Namun, tantangan tetap ada. Keberhasilan PSEL sangat bergantung pada pemisahan sampah yang efektif di sumbernya, serta dukungan aktif masyarakat dalam program daur ulang. Oleh karena itu, pemerintah daerah bekerjasama dengan dinas kebersihan dan lembaga swadaya masyarakat untuk meningkatkan kesadaran publik melalui kampanye edukasi.
Jika target produksi listrik tercapai sesuai jadwal, ketiga PSEL tersebut dapat menyuplai total sekitar 19 MW listrik bersih ke jaringan PLN, memberikan kontribusi signifikan terhadap target bauran energi terbarukan nasional 23 persen pada tahun 2025.