Setapak Langkah – 29 April 2026 | Baru-baru ini sebuah taksi berwarna hijau dengan plat nomor SM terlibat dalam kecelakaan fatal setelah ditabrak kereta api di jalur lintas Bekasi, mengundang sorotan publik terhadap potensi anomali pada jaringan jalan‑rel di wilayah Jabodetabek. Kejadian terjadi pada sore hari ketika taksi melaju menuruni jalan yang berdekatan dengan rel kereta, kemudian menabrak kereta yang sedang melintas dengan kecepatan tinggi.
Pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) langsung membuka penyelidikan untuk mengidentifikasi penyebab utama kecelakaan. Penyidik menyoroti beberapa faktor potensial, antara lain kondisi jalan yang kurang memadai, kurangnya marka keselamatan pada persimpangan rel, serta kemungkinan kelalaian pengemudi dalam mematuhi prosedur lintas rel.
Kasus ini bukan pertama kalinya taksi Green SM terlibat dalam insiden serupa. Berikut adalah riwayat kecelakaan yang tercatat dalam lima tahun terakhir:
| Tanggal | Lokasi | Kronologi | Korban |
|---|---|---|---|
| 15 Juli 2022 | Jalan Raya Cikarang, Bekasi | Taksi menabrak rel kereta saat lampu peringatan menyala | 2 luka ringan |
| 22 September 2023 | Jalan Tol Jagorawi, Depok | Taksi melaju melampaui batas kecepatan dan menabrak pintu gerbong kereta commuter line | 1 luka berat |
| 29 Maret 2024 | Jalan Sudirman, Jakarta | Taksi gagal berhenti pada perlintasan otomatis, menabrak kereta lokal | 3 luka ringan |
Data di atas menunjukkan pola berulang yang menandakan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap desain infrastruktur lintas transportasi serta peningkatan edukasi bagi pengemudi taksi mengenai prosedur keselamatan di perlintasan rel.
KNKT menegaskan bahwa hasil penyelidikan akan dipublikasikan dalam waktu dua minggu ke depan, dan rekomendasi perbaikan akan disampaikan kepada Kementerian Perhubungan serta pengelola jalur kereta. Sementara itu, otoritas setempat telah menutup sementara perlintasan yang terlibat untuk melakukan perbaikan marka jalan, pemasangan sinyal peringatan tambahan, dan peninjauan kembali tata letak jalur rel.
Pengamat transportasi menilai bahwa peningkatan sinyal visual dan audio, serta penegakan hukum yang lebih ketat terhadap pelanggaran batas kecepatan, dapat mengurangi risiko anomali serupa di masa depan. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan melaporkan setiap kejadian yang mencurigakan pada jalur lintas kereta‑jalan untuk membantu pencegahan kecelakaan lebih lanjut.