Setapak Langkah – 16 Juni 2026 | Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di seluruh Indonesia menggelar aksi demo di depan Gedung DPR pada Senin (12/05/2024) dengan menuntut pemerintah menangani krisis ekonomi yang dinilai semakin parah. Aksi yang diberi nama \”Indonesia Gawat Darurat\” ini menyoroti tiga isu utama: kondisi ekonomi yang menurun, penolakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Militer Sipil, serta kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dianggap tidak efektif.
Para demonstran menggelar orasi, memutar video dokumenter, dan memajukan poster‑poster yang menuntut percepatan kebijakan pemulihan ekonomi, transparansi penggunaan anggaran, serta peninjauan ulang kebijakan pertahanan sipil.
Permintaan utama mahasiswa
- Penguatan kebijakan fiskal untuk menurunkan inflasi dan menstabilkan nilai tukar.
- Penolakan total terhadap RUU Militer Sipil yang dianggap mengaburkan batas antara militer dan sipil.
- Reformasi program Makan Bergizi Gratis agar lebih tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan.
- Peningkatan alokasi dana bagi sektor pendidikan dan kesehatan.
Berikut rangkuman posisi mahasiswa terhadap poin‑poin penting dalam RUU Militer Sipil yang sedang dibahas:
| Poin RUU | Posisi Mahasiswa |
|---|---|
| Pembentukan badan militer sipil | Ditolak, khawatir mengurangi kontrol sipil |
| Peningkatan peran militer dalam penegakan hukum | Ditolak, menilai hal ini mengancam hak asasi |
| Penyediaan anggaran khusus untuk operasi militer dalam negeri | Ditolak, alokasi harus diprioritaskan pada kesejahteraan rakyat |
Sementara itu, kritik terhadap program MBG menitikberatkan pada ketidaksesuaian antara dana yang dialokasikan dengan kualitas gizi yang diterima. Mahasiswa menuntut audit independen, serta penyaluran bantuan yang melibatkan lembaga kesehatan profesional.
Demonstrasi di DPR ini diakhiri dengan penyerahan surat tuntutan kepada Ketua DPR serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Mahasiswa berharap suara mereka dapat memicu dialog konstruktif antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat luas.