Setapak Langkah – 21 April 2026 | Dasco, juru bicara partai Gerindra, pada hari Senin menegaskan bahwa tidak ada pembicaraan resmi mengenai penggabungan antara Partai Gerindra dan Partai NasDem. Pernyataan ini disampaikan setelah muncul spekulasi publik yang menyebutkan adanya rencana merger antara kedua partai tersebut.
Spekulasi tersebut berawal dari laporan bahwa pemimpin Partai NasDem, Surya Paloh, dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, pernah bertemu di kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, pada Februari 2026. Pertemuan itu sempat menimbulkan dugaan bahwa kedua tokoh sedang membahas kemungkinan aliansi politik yang lebih erat, bahkan hingga pembentukan partai baru.
Namun, Dasco menolak keras tuduhan tersebut. “Tidak ada agenda atau negosiasi apapun mengenai merger antara Gerindra dan NasDem. Pertemuan itu bersifat pribadi dan tidak menyangkut urusan partai,” ujar Dasco dalam konferensi pers yang diadakan di kantor pusat Gerindra.
Dia menambahkan bahwa Gerindra tetap fokus pada program-programnya menjelang Pemilihan Umum 2029, termasuk memperkuat basis massa dan menyusun kebijakan ekonomi yang pro‑rakyat. “Kami menghormati keberadaan NasDem sebagai partai politik yang sah, namun tidak ada rencana untuk menggabungkan atau menyatukan struktur organisasi kami,” tegasnya.
Reaksi dari pihak NasDem pun belum muncul secara resmi. Namun, analis politik menilai pernyataan Dasco sebagai upaya mengklarifikasi posisi partai di tengah spekulasi yang dapat menimbulkan kebingungan di kalangan pemilih.
- Gerindra menolak rumor merger.
- Pertemuan Prabowo‑Surya bersifat pribadi.
- Fokus Gerindra tetap pada persiapan Pilpres 2029.
- NasDem belum memberi komentar resmi.
Dengan klarifikasi tersebut, masyarakat diharapkan dapat menilai perkembangan politik secara lebih objektif, tanpa terpengaruh oleh rumor yang belum terbukti.