Setapak Langkah – 27 Mei 2026 | Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kembali menyampaikan edukasi kesehatan melalui segmen Budi Gemar Sharing (BGS) di Instagram, menanggapi beredarnya rumor bahwa daging kambing dapat memicu kolesterol tinggi dan hipertensi.
Ia menekankan bahwa faktor utama yang mempengaruhi kolesterol dan hipertensi adalah pola makan secara keseluruhan, frekuensi konsumsi, serta gaya hidup seperti kurangnya aktivitas fisik dan merokok. Konsumsi daging kambing dalam porsi yang wajar, dipadukan dengan sayuran, buah, dan sumber karbohidrat kompleks, tidak akan menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan.
Menyikapi pertanyaan publik, Menkes memberikan beberapa rekomendasi praktis bagi masyarakat yang ingin tetap menikmati daging kambing tanpa khawatir:
- Batasi porsi daging kambing tidak lebih dari 100‑150 gram per sajian.
- Pilih metode memasak yang sehat, seperti merebus, mengukus, atau memanggang, hindari penggorengan berulang dengan banyak minyak.
- Perbanyak konsumsi sayuran hijau, buah segar, dan biji‑bijian untuk menyeimbangkan asupan lemak.
- Kurangi penggunaan bumbu berbasis mentega atau krim yang dapat menambah lemak jenuh.
- Lakukan aktivitas fisik secara rutin minimal 150 menit per minggu.
Selain itu, Menkes menambahkan bahwa pemeriksaan kesehatan secara berkala—termasuk pengukuran kadar kolesterol total, LDL, HDL, dan tekanan darah—adalah langkah penting untuk memantau kondisi tubuh, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit kardiovaskular.
Dengan menekankan pentingnya pola makan seimbang dan gaya hidup aktif, pemerintah berharap dapat menepis mitos yang belum terbukti secara ilmiah, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan nutrisi yang tepat.