Setapak Langkah – 15 Juni 2026 | Harga bahan bakar minyak (BBM) di kawasan ASEAN pada tahun 2026 menunjukkan perbedaan yang signifikan akibat kebijakan subsidi, struktur pajak, dan kondisi pasar masing-masing negara. Berikut ini rangkuman harga RON 92 per liter di sepuluh negara anggota ASEAN, beserta analisis singkat mengenai faktor yang memengaruhi perbedaan tersebut.
| No | Negara | Harga RON 92 (IDR per liter) |
|---|---|---|
| 1 | Indonesia | 13.500 |
| 2 | Malaysia | 12.200 |
| 3 | Singapura | 19.800 |
| 4 | Thailand | 11.600 |
| 5 | Filipina | 10.900 |
| 6 | Vietnam | 10.300 |
| 7 | Brunei | 16.400 |
| 8 | Myanmar | 9.700 |
| 9 | Laos | 9.200 |
| 10 | Kamboja | 8.800 |
Berikut beberapa poin penting yang dapat diambil dari data di atas:
- Negara paling mahal: Singapura mencatat harga tertinggi, sekitar Rp19.800 per liter, dipengaruhi oleh pajak kendaraan dan tidak adanya subsidi pemerintah.
- Negara paling murah: Kamboja menawarkan harga terendah, sekitar Rp8.800 per liter, berkat kebijakan subsidi yang lebih ringan dan biaya produksi yang relatif rendah.
- Pengaruh subsidi: Indonesia dan Malaysia masih menerapkan subsidi sebagian, sehingga harga mereka berada di tengah‑tengah rentang.
- Faktor pajak dan regulasi: Thailand dan Filipina menunjukkan harga yang lebih kompetitif karena tarif pajak yang lebih moderat dibandingkan Singapura.
- Ketergantungan impor: Negara seperti Brunei, meski kaya minyak, tetap memiliki harga di atas rata‑rata regional karena biaya logistik dan pajak penjualan.
Secara keseluruhan, perbedaan harga BBM di ASEAN mencerminkan kebijakan fiskal masing‑masing negara. Pemerintah yang mengandalkan subsidi tinggi cenderung menurunkan beban konsumen, namun menambah beban anggaran negara. Sebaliknya, negara dengan pajak tinggi dapat meningkatkan pendapatan negara namun menambah beban biaya transportasi bagi masyarakat.
Para pembuat kebijakan dan pelaku industri diharapkan dapat menyeimbangkan antara kebutuhan energi yang terjangkau dan keberlanjutan fiskal, terutama mengingat proyeksi kenaikan permintaan BBM di wilayah ini dalam beberapa tahun ke depan.