Setapak Langkah – 10 Agustus 2026 | Destry Damayanti muncul sebagai calon tunggal untuk jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) dalam proses seleksi yang sedang berlangsung. Sebagai tokoh yang diusulkan, ia dihadapkan pada tuntutan besar untuk menjaga independensi lembaga moneter negara sekaligus memastikan kestabilan nilai tukar rupiah.
Komite Reformasi Ekonomi (CORE) menyuarakan beberapa poin penting yang harus menjadi perhatian utama Destry. CORE menekankan bahwa independensi BI bukan sekadar formalitas, melainkan landasan bagi kebijakan moneter yang kredibel, transparan, dan dapat diprediksi oleh pasar serta pelaku usaha.
Berikut adalah tantangan utama yang diidentifikasi CORE:
- Kebebasan dalam Penetapan Suku Bunga: Gubernur harus dapat menentukan kebijakan suku bunga tanpa tekanan politik atau kepentingan jangka pendek.
- Pengelolaan Cadangan Devisa: Mempertahankan cadangan devisa yang memadai untuk menahan gejolak pasar global.
- Koordinasi Kebijakan Fiskal: Menjaga sinergi yang sehat antara kebijakan fiskal pemerintah dan kebijakan moneter BI.
- Transparansi dan Akuntabilitas: Menyampaikan kebijakan dan alasan di balik keputusan secara terbuka kepada publik.
- Ketahanan terhadap Intervensi Eksternal: Memastikan keputusan tidak terpengaruh oleh tekanan luar negeri atau lembaga keuangan internasional.
CORE juga menambahkan bahwa keberhasilan Destry dalam mengelola tantangan ini akan berpengaruh langsung pada kestabilan rupiah. Rupiah yang stabil merupakan faktor kunci dalam menurunkan inflasi, menarik investasi, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain itu, CORE mengapresiasi komitmen Destry untuk mendukung kebijakan yang pro‑stabilitas, sekaligus mengingatkan bahwa independensi BI harus dipertahankan sebagai prioritas utama, terutama di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian.