Setapak Langkah – 01 Juni 2026 | Setelah ditutup sementara akibat pembatasan mobilitas, layanan bus shalawat yang menghubungkan titik-titik penting ibadah di Makkah kembali beroperasi penuh pada Minggu, 31 Mei 2024 pukul 13.00 waktu setempat.
Bus ini disediakan oleh otoritas Haji dan Umrah serta Kementerian Transportasi Arab Saudi untuk memudahkan ribuan jamaah yang menunaikan ibadah di Tanah Suci. Operasi penuh berarti semua armada yang semula 120 kendaraan kini kembali aktif, melayani lebih dari 10 ribu penumpang per hari.
- Jam operasional: 13.00 – 23.00 WIB (WAS)
- Rute utama: Masjid al‑Harām – Masjid al‑Nabawi – Masjid Qiblatain – Masjid al‑Aqsa (dalam kota suci)
- Frekuensi: setiap 10‑15 menit pada jam sibuk
- Kapasitas: 60 penumpang per bus, dilengkapi AC dan sistem audio untuk bacaan shalawat
Fitur khusus pada bus shalawat meliputi pemutaran audio shalawat secara terus‑menerus, sistem pendingin udara yang disesuaikan dengan cuaca padang pasir, serta penempatan tempat duduk yang memudahkan jamaah lanjut usia atau berkebutuhan khusus.
Pejabat Kementerian Haji, Dr. Ahmad Al‑Shukri, menyatakan bahwa kembalinya layanan ini merupakan respons atas tingginya permintaan jamaah internasional yang mengunjungi Makkah setelah pelonggaran pembatasan perjalanan. “Kami berkomitmen menyediakan transportasi yang aman, nyaman, dan bernilai spiritual bagi setiap jamaah,” ujarnya.
Selain meningkatkan kenyamanan, bus shalawat juga diharapkan mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar Masjid al‑Harām. Dengan memusatkan pergerakan jamaah pada armada khusus, otoritas dapat lebih mudah mengatur alur masuk‑keluar area suci.
Jamaah yang ingin menggunakan layanan ini cukup menunjukkan tiket haji atau umrah pada saat naik, atau dapat membeli tiket harian di loket resmi yang berada di dekat pintu masuk Masjid al‑Harām. Tarif standar ditetapkan pada 30 riyal Saudi per perjalanan satu arah, dengan potongan harga bagi keluarga besar.
Dengan kembali beroperasinya layanan bus shalawat secara penuh, diharapkan pengalaman ibadah para jamaah menjadi lebih khusyuk dan terorganisir, sekaligus menegaskan komitmen Saudi Arabia dalam meningkatkan fasilitas keagamaan di kota suci.