Setapak Langkah – 18 April 2026 | Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali meluncurkan program digitalisasi proses pengadaan barang dan jasa pemerintah daerah melalui platform KKI Online. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta efisiensi biaya dalam setiap tahapan pengadaan.
KKI Online (Katalog Katalogisasi Instansi) menyediakan sistem terintegrasi yang memungkinkan seluruh unit kerja mengakses katalog barang, mengajukan permintaan, hingga melakukan verifikasi kontrak secara daring. Dengan demikian, proses yang sebelumnya mengandalkan dokumen fisik dapat dipercepat menjadi hitungan menit.
Manfaat utama yang diharapkan meliputi:
- Pengurangan biaya operasional hingga 20 % melalui eliminasi pencetakan dan pengiriman dokumen.
- Peningkatan kecepatan proses pengadaan, rata‑rata waktu siklus turun dari 30 hari menjadi 10‑12 hari.
- Transparansi data yang dapat diaudit secara real‑time, meminimalisir peluang korupsi dan penyimpangan.
- Integrasi dengan sistem keuangan BPD Bali, sehingga alur pembayaran dapat diproses otomatis setelah kontrak selesai.
Implementasi KKI Online dimulai pada kuartal pertama 2024 dengan tiga tahapan utama: persiapan data katalog, pelatihan pengguna, dan migrasi sistem legacy. Setiap tahapan dilengkapi dengan workshop intensif bagi pegawai pemerintahan daerah serta dukungan teknis dari tim IT BPD Bali.
Sejauh ini, lebih dari 150 instansi daerah telah terdaftar dalam platform dan melaporkan penurunan waktu proses pengadaan sebesar 40 %. Pemerintah Provinsi Bali menargetkan agar seluruh unit kerja menggunakan KKI Online secara penuh pada akhir tahun 2025.
Ke depan, BPD Bali berencana menambah fitur analitik berbasis AI untuk memprediksi kebutuhan barang dan jasa, serta mengoptimalkan volume pembelian secara kolektif. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan sinergi antar‑instansi, menurunkan harga beli, dan memperkuat daya saing produk lokal di pasar pengadaan pemerintah.