Setapak Langkah – 10 Agustus 2026 | Boni Hargens, seorang pengamat politik, menilai bahwa pernyataan terbaru Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi indikasi kuat bahwa kepolisian secara aktif memperkuat posisi pemerintahan koalisi Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Dalam konferensi persnya, Kapolri menegaskan bahwa Polri dan organisasi keagamaan Muhammadiyah memiliki visi serta semangat yang sejalan dalam upaya melindungi masyarakat Indonesia dari berbagai ancaman, baik yang bersifat keamanan fisik maupun ancaman siber.
Berikut beberapa poin penting yang diangkat oleh Boni Hargens terkait pernyataan Kapolri:
- Keselarasan visi Polri dengan Muhammadiyah menunjukkan sinergi lintas lembaga yang dapat memperkuat kebijakan keamanan nasional.
- Pernyataan tersebut dipandang sebagai sinyal dukungan institusional terhadap agenda pemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya dalam bidang penegakan hukum dan stabilitas politik.
- Boni menilai bahwa langkah ini dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap kemampuan pemerintah dalam menangani isu-isu keamanan yang kompleks.
Sementara itu, pengamat lain menyoroti bahwa kolaborasi antara institusi keamanan dan organisasi keagamaan bukanlah hal baru, namun penekanan pada kesamaan visi dalam konteks pemerintahan baru menambah dimensi politik yang signifikan.
Kapolri juga menambahkan bahwa Polri terus memperkuat jaringan kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan, demi menciptakan lingkungan yang aman, kondusif, dan bebas dari radikalisme.
Jika tren sinergi ini terus berlanjut, para pengamat memperkirakan bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran akan memiliki basis dukungan yang lebih luas, tidak hanya dari kalangan politik tetapi juga dari organisasi sosial dan keagamaan.