Setapak Langkah – 06 Agustus 2026 | Berita bocoran draf perjanjian damai yang dirumuskan oleh Iran dan Oman mengguncang arena diplomatik sejak pertama kali terungkap. Draf tersebut menyebutkan tawaran istimewa bagi Tehran untuk memperoleh pengaruh signifikan atas pengelolaan lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur strategis yang menyumbang sekitar seperempat pasokan minyak dunia.
- Pengaruh Iran atas Selat Hormuz dapat meningkatkan posisi tawar Tehran dalam negosiasi energi global.
- Amerika Serikat, yang selama ini menjaga kehadiran militer kuat di wilayah tersebut, diperkirakan akan kehilangan sebagian kontrol strategis.
- Oman berperan sebagai mediator, berusaha menyeimbangkan kepentingan antara Tehran dan Washington.
Reaksi Washington cepat muncul. Pejabat militer dan diplomatik AS menilai tawaran tersebut sebagai potensi “kekalahan” dalam upaya mengekang pengaruh Iran. Pihak Pentagon diperkirakan akan meninjau kembali penempatan kapal perang serta kebijakan sanksi yang selama ini menjadi instrumen utama tekanan terhadap Tehran.
Di sisi lain, negara‑negara lain yang bergantung pada pasokan minyak lewat Selat Hormuz, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Uni Eropa, menyatakan kekhawatiran akan stabilitas jalur transportasi energi. Mereka menuntut jaminan bahwa akses bebas dan aman tetap terjaga, meski ada perubahan pengelolaan.
Para pengamat geopolitik menilai bahwa draf ini mencerminkan perubahan paradigma dalam dinamika kekuasaan regional. Iran, yang selama bertahun‑tahun berada di bawah sanksi internasional, kini mencoba memanfaatkan peran strategisnya untuk memperoleh legitimasi politik. Sementara itu, Oman berupaya memperkuat citra sebagai penjaga perdamaian dan fasilitator dialog.
Apabila draf tersebut disepakati, konsekuensinya tidak hanya akan mengubah peta keamanan di Teluk Persia, tetapi juga dapat memicu penyesuaian kebijakan energi global. Harga minyak mentah berpotensi mengalami fluktuasi, tergantung pada persepsi pasar terhadap keamanan pasokan.
Meski belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran, Oman, maupun Amerika Serikat, bocoran ini telah memicu perdebatan sengit di forum‑forum internasional. Semua pihak menunggu langkah selanjutnya, apakah draf tersebut akan menjadi dasar perjanjian resmi atau hanya menjadi catatan sementara dalam proses diplomasi yang masih panjang.