Setapak Langkah – 01 Juni 2026 | Ratusan peserta berkumpul di kompleks Taman Wisata Candi (TWC) pada Sabtu (tanggal) untuk meluncurkan 2.570 lampion di atas latar megah Candi Borobudur. Acara ini merupakan bagian dari Festival Lampion Waisak 2025, yang diadakan setiap tahun pada bulan Mei untuk merayakan hari suci Waisak sekaligus menyebarkan pesan perdamaian.
Setiap lampion diisi dengan lilin kecil dan terbuat dari bahan biodegradable, sehingga tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. Lampion‑lampion tersebut dilepaskan secara serentak pada pukul 19.00 WIB, menciptakan hamparan cahaya kuning keemasan yang menyeberangi langit malam di sekitar kompleks Candi.
Panitia mengatur proses peluncuran secara berjenjang: pertama, relawan menyiapkan area penempatan lampion; kedua, peserta menyalakan lampion secara individu; dan ketiga, koordinasi dengan tim keamanan untuk memastikan jarak aman antara lampion dan struktur batu Candi. Seluruh proses dipantau oleh petugas kepolisian, Satpol PP, serta tim pemadam kebakaran.
- Jumlah lampion: 2.570 buah
- Lokasi: Marga Utama, kompleks Taman Wisata Candi (TWC), Borobudur
- Waktu peluncuran: 19.00 WIB
- Tujuan: Menyampaikan pesan perdamaian dan kebersamaan dalam rangka Waisak 2025
Para peserta, yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, menyatakan harapannya agar cahaya lampion dapat menjadi simbol persatuan antarumat beragama. “Kami berharap cahaya ini dapat menembus hati setiap orang, mengingatkan kita akan pentingnya toleransi dan kedamaian,” ujar salah satu relawan.
Selain nilai spiritual, festival ini juga memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata. Data pengunjung Borobudur pada bulan Mei 2025 menunjukkan peningkatan 12 % dibandingkan tahun sebelumnya, yang sebagian besar dikaitkan dengan daya tarik acara lampion. Pendapatan dari penjualan tiket, souvenir, serta makanan dan minuman di sekitar area meningkat signifikan.
Pihak pengelola Candi Borobudur menegaskan komitmen untuk melanjutkan tradisi lampion dengan meningkatkan standar keamanan dan keberlanjutan lingkungan. Rencana ke depan termasuk penggunaan lampion yang lebih ramah lingkungan dan kolaborasi dengan komunitas lokal untuk melibatkan lebih banyak pemuda dalam pelaksanaan acara.