Setapak Langkah – 12 Juni 2026 | Direktur Operasional (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak berada dalam kondisi merugi. Menurutnya, laporan keuangan konsolidasi terbaru menunjukkan laba bersih mencapai Rp335 triliun.
Angka tersebut mencerminkan kinerja yang kuat di sektor energi, telekomunikasi, dan infrastruktur, serta manfaat sinergi antar perusahaan milik negara. Oskaria menambahkan bahwa potensi laba dapat meningkat lebih jauh apabila unit-unit yang saat ini mencatatkan kerugian berhasil dipulihkan melalui program efisiensi biaya dan restrukturisasi operasional.
Berikut rincian singkat laba konsolidasi dibandingkan tahun sebelumnya:
| Tahun | Laba Konsolidasi (Rp Triliun) |
|---|---|
| 2023 | 310 |
| 2024 (perkiraan) | 335 |
Program efisiensi yang sedang dijalankan mencakup peninjauan kembali portofolio bisnis, optimalisasi aset, serta peningkatan produktivitas tenaga kerja. Jika semua langkah ini berhasil, analis memperkirakan laba konsolidasi BUMN dapat menembus angka Rp350 triliun dalam jangka menengah.
Komitmen pemerintah untuk memperkuat tata kelola BUMN dan meningkatkan daya saing di pasar global menjadi faktor kunci dalam mengubah kerugian menjadi profit. Dony Oskaria menutup dengan optimisme, menyatakan bahwa BUMN berada pada jalur yang tepat untuk terus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.