Setapak Langkah – 02 Mei 2026 | Ribuan pekerja dan aktivis berkumpul di Kuala Lumpur pada 1 Mei 2024 untuk memperingati Hari Buruh internasional. Demonstrasi yang dipimpin oleh aliansi serikat pekerja menyoroti sejumlah tuntutan, antara lain peningkatan upah minimum, perlindungan hak kerja lepas, serta penolakan terhadap keterlibatan Malaysia dalam konflik militer di luar negeri.
Para peserta menggelar pawai dari Dataran Merdeka menuju gedung parlemen, sambil mengibarkan spanduk yang menuntut pemerintah meninjau kembali kebijakan ekonomi yang dinilai memperlemah posisi pekerja. Salah satu orator menekankan bahwa “pekerja tidak hanya berjuang untuk gaji yang layak, tetapi juga untuk perdamaian dunia”.
Selain menuntut kenaikan upah minimum menjadi RM1.500 per bulan, aksi tersebut menyoroti masalah kontrak kerja tidak tetap, kurangnya jaminan kesehatan, serta diskriminasi gender di tempat kerja. Kelompok anti-perang juga menambahkan bahwa dana militer negara seharusnya dialihkan untuk program kesejahteraan sosial.
- Upah minimum: target RM1.500/bulan
- Jaminan kesehatan universal untuk semua pekerja
- Penolakan penjualan senjata ke zona konflik
Pihak berwenang menyatakan bahwa demonstrasi berlangsung damai dan tidak ada gangguan keamanan signifikan. Namun, beberapa pejabat menolak mengomentari secara spesifik tuntutan anti-perang, mengingat kebijakan luar negeri negara masih dalam proses evaluasi.
Para aktivis menutup aksi dengan himbauan kepada pemerintah untuk mengadopsi kebijakan ekonomi yang pro‑pekerja serta menegaskan komitmen mereka terhadap perdamaian global.