Setapak Langkah – 30 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meninggalkan Paris pada Jumat, 29 Mei 2026, setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan kenegaraan selama tiga hari di Prancis.
Selama berada di ibu kota Prancis, Presiden Prabowo melakukan serangkaian pertemuan strategis, antara lain dengan Presiden Emmanuel Macron, menteri-menteri kunci, serta delegasi bisnis Indonesia.
- Penandatanganan nota kesepahaman bidang energi terbarukan senilai US$1,2 miliar.
- Diskusi intensif mengenai kerjasama pertahanan, termasuk pembelian sistem pertahanan udara.
- Kunjungan ke diaspora Indonesia dan penyuluhan mengenai peluang investasi di sektor pertanian.
Dalam sambutannya di Istana Elysee, Presiden Macron menekankan pentingnya memperkuat hubungan bilateral yang berlandaskan pada nilai demokrasi dan pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk meningkatkan perdagangan bilateral, yang pada tahun 2025 mencapai nilai US$8,5 miliar.
| Bidang | Kesepakatan | Nilai (US$) |
|---|---|---|
| Energi Terbarukan | Nota Kesepahaman | 1,2 miliar |
| Defence | Pembelian Sistem Pertahanan Udara | — |
| Perdagangan | Peningkatan Volume | 8,5 miliar (2025) |
Setelah menandatangani semua dokumen, Presiden Prabowo kembali ke Indonesia dengan pesawat resmi Garuda Indonesia, dijadwalkan mendarat di Bandara Soekarno‑Hatta pada malam yang sama. Kedatangan sang pemimpin diharapkan akan diikuti dengan rapat kerja bersama tim ekonomi dan pertahanan untuk menindaklanjuti hasil kunjungan.
Para analis politik menilai kunjungan ini sebagai upaya strategis Indonesia untuk memperluas jaringan kerja sama di Eropa, khususnya dalam bidang energi bersih dan keamanan regional. Diharapkan, hubungan yang semakin erat dengan Prancis dapat membuka pintu bagi investasi tambahan serta kolaborasi teknologi di masa depan.