Setapak Langkah – 14 Juli 2026 | Sebuah serangan yang menimpa dua kapal tanker milik Uni Emirat Arab (UEA) di Selat Hormuz menewaskan satu awak kapal dan melukai delapan orang lainnya, termasuk empat yang mengalami luka serius. Insiden ini terjadi pada hari yang sama dengan peningkatan ketegangan di wilayah Teluk Persia.
Kedua kapal, yang sedang melintasi jalur pelayaran internasional, tiba-tiba diserang dengan cara yang belum sepenuhnya dipastikan. Salah satu kapal mengalami kerusakan signifikan pada bagian dek, sementara kapal kedua mengalami kebocoran kecil namun tetap dalam kondisi operasional.
- Korban tewas: 1 orang (awak kapal)
- Korban luka: 8 orang
- Luka serius: 4 orang
- Luka ringan: 4 orang
Pihak otoritas UEA serta badan keselamatan maritim setempat segera mengirimkan tim penyelamat dan medis. Evakuasi korban dilakukan ke kapal terdekat dan fasilitas medis di wilayah tersebut. Hingga kini, penyebab pasti serangan masih dalam penyelidikan, namun diperkirakan terkait dengan dinamika geopolitik yang sedang berlangsung.
Serangan ini menimbulkan kekhawatiran bagi jalur pelayaran penting yang menghubungkan Timur Tengah dengan pasar energi global. Selat Hormuz menyumbang sekitar satu perempat produksi minyak dunia; gangguan di sini dapat memicu fluktuasi harga minyak serta menambah tekanan pada rantai pasokan energi internasional.
Pihak berwenang internasional menyerukan agar semua pihak menahan diri dan memastikan kebebasan navigasi di selat strategis ini. Sementara itu, operator kapal tanker lainnya meningkatkan kewaspadaan dan memperketat prosedur keamanan selama melintasi zona tersebut.