Masjid Agung Kauman Semarang, Masjid Tertua Dengan Arsitek Belanda

Masjid Agung Kauman Semarang

Liburan ke Semarang rasanya tidak akan cukup jika dihabiskan hanya dengan satu hari. Banyaknya destinasi wisata di Semarang dijamin akan membuat kita ketagihan. Terdapat beberapa destinasi menarik dengan berbagai konsep seperti wisata alam, taman hiburan, kulineran, hingga wisata religi dan situs bersejarah.

Saat di Semarang, wisatawan bisa singgah ke salah satu mesjid untuk keperluan ibadah sambil hangout bersama keluarga. Di Semarang ada beberapa masjid yang dijadikan sebagi destinasi wisata religi ketika hari libur tiba. Masjid tersebut yaitu Masjid Agung Jawa Tengah, Masjid Kapal Bahtera Nabi Nuh, Masjid Layur, dan Masjid Agung Semarang atau Masjid Agung Kauman.

Bicara mengenai Masjid Agung Kauman Semarang, masjid ini cukup populer di kalangan para wisatawan lantaran memiliki sisi menarik yang berhasil menjadi pusat perhatian. Wisatawan yang datang ke tidak hanya beribadah akan tetapi banyak dari luar kota untuk melihat masjid tertua di Semarang ini dengan gaya arsitekturnya.

Sejarah Masjid Agung Kauman Semarang

Sejarah Masjid Agung Kauman Semarang ini tidak dijelaskan secara mendetail. Namun dari sebuah gerbang yang terdapat di depan Masjid Besar Kauman, terdapat batu marmer dengan tulisan yang terpatri di atasnya.

Masjid Agung Kauman
Masjid Agung Kauman

Tulisan tersebut berbunyi “Pemut kala penjenengane Kanjeng Tuwan Nikolas Harting hedelir gopennar serta sarta Direktur hing tanah Jawi gennipun kangjeng Kyahi Dipati Suradimanggala hayasa sahega dadosse masjid puniki kala Hijrat 1170”.

Setelah diterjemahkan tulisan tersebut memiliki arti “Tanda peringatan ketika kanjeng Tuan Nicoolass Hartingh, Gubernur serta Direktur tanah Jawa pada ketika Kanjeng Kyai Raja muda Suramanggala mendirikan sampai jadinya masjid ini pada tahun 1170 Hijrah”.

Tuan Nicoolass Hartingh ini dikenal sebagai tokoh penggerak lahirnya akad Giyanti pada tahun 1755. Seperti yang kita tau dalam sejarah, akad Giyanti ini memecah wilayah Kesultanan Mataram menjadi wilayah kesultanan Ngayokyakarta Hadiningrat dan Kasunanan Surakarta.

Wisata Menarik Lainnya :  Masjid Al Birru Pertiwi, Suasana Makkah di Bojonegoro

Banyak masyarakat mengambil kesimpulan bahwa Masjid Agung Kauman tersebut didirikan oleh tokoh utama akad Giyanti. Namun sebagian lainnya meyakini bahwa Masjid Agung Kauman ini dibuat oleh seorang ulama besar Semarang berdarah Arab yang memiliki nama Maulana Ibnu Abdul Salim alias Ki Ageng Pandanarang.

Mengambil kesimpulan dari banyaknya pendapat yang ada, Masjid Agung Kauman Semarang ini tentunya memiliki sejarah yang panjang. Maka sudah dipastikan masjid tersebut tentunya pernah direnovasi beberapa kali. Tetapi ciri khas arsitektur khas Belandanya masih melekat hingga saat ini.

Daya Tarik Masjid Agung Kauman Semarang

Dulunya, Masjid Agung Kauman ini menjadi salah satu pusat syiar agama Islam terbesar di Jawa Tengah. Masjid tersebut sempat dipakai beberapa kali untuk keperluan pengajian dengan skala besar, tempat perkumpulan para ulama besar, dan masih banyak lagi.

Selain menjadi masjid tertua di Semarang, Masjid Agung Kauman juga berpengaruh cukup besar. Masjid Agung Kauman ini merupakan satu-satunya masjid yang mengumumkan kemerdekaan Indonesia secara terbuka dengan durasi waktu kurang dari satu jam dengan proklamasi kemerdekaan oleh Ir. Soekarno.

Masjid Agung Semarang
Masjid Agung Semarang

Hal menarik yang bisa kita lihat dari Masjid Agung Kauman Semarang ini yaitu gaya arsitekturnya yang berkonsep lebih modern tapi tidak menghilangkan nilai tradisionalnya. Di ruangan utama Masjid Agung Kauman, wisatawan akan melihat atap limas tiga susun yang menjadi simbol iman, islam, dan ikhsan.

Sekilas, kontruksi tersebut mirip seperti desain pada zaman Kerajaan Majapahit yang dilengkapi dengan 36 pilar. Setiap pintu Masjid Agung Kauman ini terbuat dari rangkaian daun waru. Banyak wisatawan yang mengatakan bahwa Masjid Agung Kauman ini serupa dengan desain Masjid Agung Demak.

Di area utama masjid, terdapat tempat shalat yang diperuntukan bagi laki-laki. Di ruangan tersebut kita bisa melihat kursi mimbar megah layaknya singgasana. Lalu disudut kanannya terdapat sebuah jam bandul yang sudah lawas. Untuk jema’ah perempuan diharuskan melewati satu pintu untuk sampai di tempat ibadah.

Karena merupakan tempat suci yang memiliki fungsi utama sebagai tempat beribadah, kita perlu memperhatikan juga mematuhi beberapa peraturan yang ada di Masjid Agung Kauman Semarang ini.

Wisata Menarik Lainnya :  Kampung Pelangi Semarang: Review, Harga Tiket & Lokasi

Fasilitas lainnya yang ada di Masjid Agung Kauman ini berupa toilet, aula, gazebo, mini market, lahan parikir, dan lainnya.

Harga Tiket Masjid Agung Kauman Semarang

Karena merupakan tempat ibadah umat Islam, untuk masuk ke Masjid Agung Kauman ini kita tidak akan dikenakan tarif masuk seperti ke tempat wisata lain pada umumnya. Hanya saja. wisatawan juga turut ikut berkontribusi untuk infaq maupun sedekah lainnya secara suka rela.

Lokasi dan Jam Buka

Masjid Agung Kauman Semarang ini berdekatan dengan Pasar Johar tepatnya berada di Jalan Aloon-Aloon Bar. No.11, Bangunharjo, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50138. Google Maps.

Lokasinya yang terletak di tengah kota, membuat Masjid Agung Kauman ini mudah ditemukan. Apalagi Masjid Agung Kauman juga begitu dikenal luas oleh para wisatawan.

Jaraknya dari Stasiun Semarang Poncol hanya sekitar 7 menit perjalanan melalui Jalan Pemuda ke arah Jalan Aloon-Aloon Bar.

Masjid Agung Kauman ini beroperasi selama 24 jam sehingga kita bisa datang kapan pun yang kita inginkan.

Penginapan Terdekat

Kita bisa menemukan penginapan terdekat di sana salah satunya Metro Park View Hotel Kota Lama Semarang yang berlokasi di Jalan K.H. Agus Salim No.2-4, Kauman, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50138.

Wisatawan hanya membutuhkan waktu sekitar 3 menit perjalanan untuk sampai di sana. Tarif penginapannya ditaksir mulai dari Rp 283.000 hingga Rp 859.000 per malam sesuai dengan paket penginapan yang kita inginkan.

Rate this post
Suka dengan menulis terutama seputar travel dan kuliner. Dengan pengalaman serta hobi, saya berusaha menciptakan karya tulis terbaik untuk kamu baca.
Avatar for Erisa Vindia
Suka dengan menulis terutama seputar travel dan kuliner. Dengan pengalaman serta hobi, saya berusaha menciptakan karya tulis terbaik untuk kamu baca.

Kota Lama Semarang, Cagar Budaya Hingga Wisata Edukasi Sejarah

Kota Lama Semarang juga sering disebut Outstadt atau Little Netherland oleh para wisatawan asing....

Vihara Mahavira Graha Semarang, Singgahi Situs Religi Unik

Semarang kini menjadi salah satu kawasan paling diminati oleh para wisatawan yang tengah melakukan...

Museum Sonobudoyo Jogja, Mengenal Budaya Jawa Lebih Dalam

Melakukan liburan dekat Malioboro Jogja, wisatawan perlu mengunjungi salah satu tempat yang bisa memberikan...