Setapak Langkah – 25 Agustus 2026 | Kebakaran hutan dan lahan yang melanda beberapa wilayah Indonesia akhir-akhir ini tidak hanya menimbulkan kerusakan ekosistem, tetapi juga meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada masyarakat sekitar.
Apa Itu ISPA?
ISPA merupakan singkatan dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut, yaitu kondisi peradangan pada hidung, tenggorokan, bronkus, atau paru-paru yang muncul secara tiba-tiba dan biasanya disertai gejala batuk, demam, sesak napas, serta nyeri dada.
Penyebab Peningkatan ISPA Selama Kebakaran Hutan
- Partikel asap halus (PM2,5) yang masuk ke saluran pernapasan.
- Gas beracun seperti karbon monoksida dan nitrogen dioksida.
- Kondisi kelembapan rendah yang memperparah iritasi membran mukosa.
- Kerumunan orang di daerah evakuasi yang meningkatkan penularan patogen.
Langkah-Langkah Melindungi Diri
- Gunakan masker N95 atau setara saat berada di luar ruangan.
- Hindari aktivitas berat yang meningkatkan laju pernapasan.
- Tutup jendela dan pintu rumah, gunakan purifier atau filter udara bila tersedia.
- Minum cukup air putih untuk menjaga kelembapan saluran napas.
- Konsumsi makanan kaya antioksidan seperti buah beri, sayuran hijau, dan vitamin C.
- Jika mengalami gejala ISPA, segera istirahat, gunakan obat penurun demam, dan konsultasikan dengan tenaga medis.
Gejala ISPA dan Tindakan Cepat
| Gejala | Tindakan |
|---|---|
| Batuk kering atau berdahak | Gunakan humidifier, minum cairan hangat |
| Demam >38°C | Ambil parasetamol, periksa suhu secara rutin |
| Sesak napas | Beristirahat, hindari paparan asap, hubungi layanan kesehatan |
| Sakit tenggorokan | Berkumur dengan air garam, konsumsi madu |
Dengan mengikuti langkah‑langkah pencegahan di atas, masyarakat dapat meminimalkan dampak kesehatan akibat kebakaran hutan dan menjaga kualitas pernapasan selama masa krisis.