histats

Menanti Pak Haji, Dermawan yang Membagi Uang di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan

Menanti Pak Haji, Dermawan yang Membagi Uang di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan

Setapak Langkah – 25 Agustus 2026 | Puluhan orang yang tinggal di pinggir Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, setiap hari menunggu kedatangan seorang pria yang mereka kenal dengan sebutan “Pak Haji”. Sosok ini dikenal luas sebagai dermawan yang secara rutin membagikan uang tunai kepada para tunawisma dan pekerja harian di kawasan tersebut.

Pak Haji biasanya muncul pada sore atau menjelang malam, membawa kantong berisi uang pecahan kecil. Ia menyapa setiap orang dengan senyum ramah, menanyakan kabar, kemudian menyerahkan sejumlah uang yang bervariasi tergantung pada kondisi penerima. Bagi sebagian orang, bantuan tersebut menjadi satu-satunya sumber pendapatan yang dapat menutupi kebutuhan dasar seperti makanan dan transportasi.

Para penerima bantuan menjelaskan bahwa keberadaan Pak Haji telah menciptakan rasa aman dan harapan baru. “Kami tidak tahu kapan dia akan datang, tapi setiap kali dia muncul, kami bisa membeli nasi padang atau mengisi bensin motor,” ujar salah satu warga yang tidak disebutkan namanya demi menjaga privasi.

Keberadaan sosok dermawan ini tidak terdaftar secara resmi dalam organisasi apapun. Menurut saksi mata, Pak Haji adalah mantan pegawai negeri yang pensiun dan memutuskan mengabdikan sebagian tabungannya untuk membantu sesama. Ia menolak sorotan media, namun kehadirannya tetap menjadi topik pembicaraan hangat di lingkungan setempat.

Namun, tindakan memberi uang tunai secara langsung juga menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan bantuan. Beberapa ahli sosial berpendapat bahwa pemberian uang tanpa program pendampingan dapat menimbulkan ketergantungan. Sementara itu, bagi mereka yang berada di garis kemiskinan ekstrem, bantuan sesaat masih lebih berarti daripada solusi jangka panjang yang belum terjangkau.

Berikut beberapa fakta singkat mengenai kegiatan Pak Haji yang berhasil kami rangkum:

  • Lokasi utama pembagian: Pinggir Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan.
  • Waktu biasanya: antara pukul 16.00 hingga 20.00 WIB.
  • Jumlah uang yang dibagikan per orang: bervariasi, antara Rp10.000 hingga Rp100.000.
  • Estimasi penerima harian: 30–50 orang.
  • Motivasi: keinginan pribadi untuk membantu masyarakat yang kurang beruntung tanpa melalui lembaga formal.

Walaupun tidak ada dukungan institusional, Pak Haji tetap konsisten melanjutkan kegiatan tersebut. Ia berharap kehadirannya dapat menjadi contoh bagi warga lain agar lebih peduli terhadap sesama, terutama di tengah meningkatnya biaya hidup di ibu kota.

Seiring berjalannya waktu, harapan masyarakat terhadap Pak Haji tetap tinggi. Mereka menanti setiap hari, berharap sosok dermawan itu kembali muncul, membawa secercah bantuan yang mampu meringankan beban hidup mereka.

Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.
Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *