Setapak Langkah – 13 Juli 2026 | Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, menyatakan keprihatinan yang sangat mendalam atas peningkatan ketegangan militer di wilayah Teluk yang kini berpotensi menimbulkan konflik berskala besar.
Guterres menekankan bahwa eskalasi tersebut mengancam stabilitas regional, menambah beban pada upaya perdamaian yang telah lama digalakkan oleh PBB, serta dapat menimbulkan dampak kemanusiaan yang luas bagi penduduk sipil di sekitar kawasan.
Dalam pernyataannya, Sekjen PBB menyerukan kepada semua pihak yang terlibat untuk menahan diri, menolak langkah-langkah militer yang dapat memperburuk situasi, dan kembali ke jalur diplomasi serta dialog konstruktif.
- Menahan segala bentuk aksi militer yang dapat memicu bentrokan lebih lanjut.
- Memperkuat saluran komunikasi antarnegara melalui mekanisme multilateral.
- Mengaktifkan peran mediator regional dan internasional untuk meredakan ketegangan.
- Memastikan akses kemanusiaan bagi warga sipil yang terdampak.
PBB juga menegaskan kesiapan organisasi untuk memfasilitasi pertemuan darurat, menyediakan bantuan kemanusiaan, serta meninjau kembali resolusi terkait keamanan di Teluk yang telah ada.
Guterres menutup pernyataannya dengan harapan agar semua pihak dapat menempatkan kepentingan bersama di atas agenda politik sempit, demi menghindari konsekuensi fatal yang dapat merugikan seluruh komunitas internasional.