Setapak Langkah – 29 Juni 2026 | Presiden Joko Widodo memulai rangkaian kunjungan politik atau yang disebut “safari politik” bersama anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada pekan ini. Safari ini ditujukan untuk mendengarkan aspirasi warga, memperkuat basis dukungan, serta mengamati dinamika politik menjelang pemilihan umum berikutnya.
Langkah tersebut mendapat tanggapan dari jurnalis senior Feri Amsari, yang menyatakan bahwa aksi Jokowi memang sah secara politik, namun terkesan kurang memperhatikan sensitivitas publik. “Sah, cuma tidak tahu diri saja,” ujarnya dalam sebuah wawancara, menekankan pentingnya pemimpin untuk menjaga citra dan tidak menimbulkan persepsi bahwa kunjungan bersifat sekadar pencarian sorotan.
Beberapa poin utama yang diangkat Feri Amsari meliputi:
- Safari politik merupakan hak setiap pemimpin demokratis untuk berinteraksi langsung dengan konstituen.
- Namun, cara pelaksanaan harus memperhatikan konteks sosial dan ekonomi di daerah yang dikunjungi.
- Penggunaan PSI sebagai mitra perjalanan menimbulkan pertanyaan tentang strategi politik dan aliansi partai.
Safari politik ini mencakup kunjungan ke beberapa provinsi, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan. Setiap pemberhentian dirancang untuk melibatkan pertemuan terbuka dengan tokoh masyarakat, diskusi panel, serta sesi tanya jawab langsung dengan warga.
Secara keseluruhan, aksi ini menandai fase baru dalam strategi komunikasi politik Presiden Jokowi. Meskipun mendapat pujian karena keterbukaan, kritik seperti yang diungkapkan Feri Amsari menekankan pentingnya keseimbangan antara kehadiran publik dan kebijaksanaan dalam menyampaikan pesan politik.