Setapak Langkah – 29 Juni 2026 | Gelombang panas yang melanda wilayah Paris pada akhir pekan ini telah menimbulkan tekanan luar biasa bagi fasilitas kesehatan dan layanan pemakaman. Pada hari Jumat, layanan medis darurat melaporkan tercatat setidaknya 109 kasus kematian yang diduga terkait suhu tinggi.
Rumah sakit di ibu kota Prancis melaporkan meningkatnya jumlah pasien yang mengalami dehidrasi, heatstroke, dan komplikasi penyakit kronis akibat suhu yang mencapai lebih dari 40°C. Ruang gawat darurat dipenuhi, dan beberapa rumah sakit terpaksa menunda prosedur non‑darurat untuk memberi ruang bagi pasien kritis.
Sementara itu, rumah duka dan krematorium mengalami lonjakan permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Banyak keluarga melaporkan harus menunggu lama untuk proses pemakaman, dan beberapa fasilitas mengumumkan batasan jumlah layanan per hari.
- 109 kematian terkait panas pada satu hari
- Suhu tertinggi tercatat di atas 40°C di wilayah Paris
- Rumah sakit mengalami kapasitas penuh, menunda prosedur non‑darurat
- Rumah duka mengurangi jadwal layanan, menambah antrian
Pihak berwenang setempat telah mengaktifkan pusat komando darurat untuk mengoordinasikan bantuan, termasuk penyebaran titik-titik pendingin, distribusi air minum gratis, dan kampanye informasi publik tentang cara menghindari risiko panas ekstrem. Pemerintah juga mengingatkan warga untuk tetap berada di dalam ruangan yang sejuk, menghindari aktivitas fisik berat pada siang hari, dan memeriksa kondisi anggota keluarga yang berisiko tinggi.
Para ahli mengaitkan intensitas gelombang panas ini dengan perubahan iklim global, menekankan perlunya strategi jangka panjang untuk memperkuat infrastruktur kesehatan dan layanan pemakaman dalam menghadapi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.