Setapak Langkah – 23 Juni 2026 | Indonesia, Swiss, dan United Nations Development Programme (UNDP) resmi meluncurkan fase baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan (SLPI) pada pekan ini, menandai momentum penting dalam upaya konservasi dan pengelolaan sumber daya alam di Indonesia.
Acara peluncuran bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara Swiss dan Indonesia, menegaskan kedalaman kemitraan bilateral yang telah menghasilkan sejumlah proyek lingkungan selama tiga dekade terakhir.
Transformasi Lanskap Berkelanjutan (SLPI) bertujuan untuk mengintegrasikan prinsip ekologi, ekonomi, dan sosial dalam pengelolaan lahan, khususnya di wilayah-wilayah kritis seperti hutan tropis, lahan pertanian, dan ekosistem pesisir. Program ini akan dilaksanakan dalam tiga fase utama:
- Pemetaan dan penilaian kondisi lanskap saat ini, melibatkan teknologi satelit dan data lapangan.
- Pengembangan model intervensi berbasis ekosistem, mencakup restorasi hutan, agroforestry, dan revitalisasi kawasan pesisir.
- Implementasi kebijakan dan pendanaan jangka panjang, didukung oleh mekanisme pembayaran jasa lingkungan.
Swiss menyumbangkan keahlian teknis serta dana hibah, sementara UNDP menyediakan kerangka kerja kebijakan dan koordinasi lintas sektor. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, berperan sebagai pelaksana utama, memastikan bahwa strategi SLPI selaras dengan target Nasional seperti Net Zero Emisi pada 2060.
Manfaat yang diharapkan mencakup penurunan emisi karbon, peningkatan ketahanan pangan, serta penciptaan lapangan kerja hijau bagi komunitas lokal. Selain itu, program ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin regional dalam upaya mitigasi perubahan iklim.
Para pemangku kepentingan menilai bahwa keberhasilan SLPI sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, lembaga akademis, dan masyarakat adat. Oleh karena itu, mekanisme partisipatif seperti forum dialog dan pelatihan kapasitas telah dijadwalkan selama fase implementasi.