Setapak Langkah – 22 Juni 2026 | Baru-baru ini, Menteri Pemberdayaan Masyarakat, Titiek Soeharto, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan transformasi Pulau Nusakambangan yang selama ini dikenal sebagai kawasan pemasyarakatan berisiko tinggi menjadi pusat produksi pangan yang signifikan.
Inisiatif ini merupakan bagian dari program nasional untuk meningkatkan ketahanan pangan sekaligus memberikan peluang rehabilitasi bagi narapidana melalui kegiatan pertanian dan pembinaan keterampilan.
Langkah-langkah utama transformasi
- Pembangunan lahan pertanian seluas lebih dari 150 hektar dengan sistem irigasi modern.
- Penyediaan bibit unggul serta pelatihan teknik agrikultur bagi narapidana dan warga sekitar.
- Penerapan metode pertanian organik untuk meningkatkan kualitas hasil.
- Kerjasama dengan institusi riset pertanian untuk pemantauan produksi.
Komoditas unggulan yang dihasilkan
| Komoditas | Produksi tahunan (ton) |
|---|---|
| Padi | 120 |
| Jagung | 85 |
| Sayuran (kangkung, bayam, sawi) | 45 |
| Buah-buahan (pisang, pepaya) | 30 |
Dengan output tersebut, Nusakambangan tidak hanya menyumbang bahan pangan bagi daerah sekitarnya, tetapi juga menjadi contoh model pengelolaan lahan produktif di dalam lingkungan pemasyarakatan.
Titiek menekankan bahwa program ini memperkuat dua tujuan sekaligus: mengurangi beban impor bahan pangan dan mempercepat proses reintegrasi narapidana ke masyarakat melalui keterampilan kerja yang dapat dipasarkan.
Selain itu, pendapatan yang dihasilkan dari penjualan hasil pertanian dialokasikan sebagian untuk program pembinaan warga, termasuk pembangunan fasilitas kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur dasar di pulau tersebut.
Keberhasilan ini diharapkan dapat direplikasi di lokasi pemasyarakatan lain di Indonesia, sehingga menciptakan jaringan luas pusat ketahanan pangan yang sekaligus menjadi sarana rehabilitasi sosial.