Setapak Langkah – 21 Juni 2026 | Dengan meningkatnya ketegangan di wilayah Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz, Pertamina International Shipping (PIS) memperkuat upaya memastikan kelancaran pasokan minyak ke Indonesia. Selat Hormuz merupakan jalur sempit yang menghubungkan Laut Arab dengan Teluk Persia, dan menjadi titik strategis bagi hampir setengah volume minyak dunia.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan, PIS membentuk tim pemantau khusus yang berkoordinasi dengan otoritas maritim nasional serta agen-agen keamanan internasional. Tim ini melakukan pemantauan real‑time terhadap pergerakan kapal, aktivitas militer, serta laporan intelijen geopolitik.
Langkah‑langkah konkret yang diambil meliputi:
- Penetapan rute alternatif yang menghindari zona berisiko tinggi, termasuk jalur melalui Laut Merah dan Teluk Aden.
- Peningkatan frekuensi patroli kapal keamanan PIS di sepanjang rute utama, dilengkapi dengan sistem komunikasi satelit berkecepatan tinggi.
- Pengembangan protokol darurat, seperti prosedur evakuasi kru dan penanganan kebocoran jika terjadi insiden.
- Koordinasi intensif dengan TNI‑AL untuk mendapatkan dukungan intelijen dan bantuan logistik bila diperlukan.
Selain itu, PIS menyiapkan stok cadangan bahan bakar serta suku cadang penting di pelabuhan-pelabuhan utama Indonesia, sehingga jika terjadi penundaan pengiriman dapat diminimalisir dampaknya terhadap pasar domestik.
Para analis menilai bahwa langkah ini tidak hanya memperkuat keamanan maritim nasional, tetapi juga menambah kepercayaan investor terhadap stabilitas pasokan energi Indonesia. Dengan memastikan armada pengangkut minyak tetap beroperasi secara aman, PIS berupaya menjaga harga minyak dalam negeri tetap stabil meski situasi geopolitik global bergejolak.