Setapak Langkah – 19 Juni 2026 | Uffridatun Nitami, yang lebih dikenal dengan sebutan Tami, mengalami guncangan psikologis berat setelah mengungkapkan bahwa ia menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh suaminya, Evan Marvino. Kejadian tersebut membuat Tami memutuskan untuk meninggalkan rumah tempat ia tinggal bersama suami selama ini.
Setelah kejadian, kondisi emosional Tami dilaporkan sangat tidak stabil. Ia mengalami gejala kecemasan, gangguan tidur, dan rasa takut yang terus-menerus muncul setiap mengingat kembali insiden kekerasan tersebut. Kondisi ini memperparah rasa tidak aman dalam lingkungan rumah yang seharusnya menjadi tempat perlindungan.
Berikut langkah‑langkah yang diambil Tami untuk memulihkan diri dan mencari tempat tinggal baru:
- Menghubungi jaringan keluarga dan teman dekat untuk mendapatkan tempat sementara.
- Menjalin kontak dengan lembaga bantuan korban KDRT yang menyediakan konseling serta pendampingan hukum.
- Mencari apartemen atau kost yang terletak di daerah yang lebih aman dan jauh dari lingkungan lama.
- Mengatur dokumen penting, termasuk KTP dan surat-surat kepemilikan, agar dapat dipindahkan tanpa hambatan.
- Mengikuti sesi terapi psikologis secara rutin untuk mengatasi trauma dan membangun kembali rasa percaya diri.
Proses pemulihan Tami tidak hanya bersifat fisik, melainkan juga membutuhkan dukungan sosial yang kuat. Lembaga bantuan korban KDRT memberikan layanan konseling, bantuan hukum, dan bahkan bantuan finansial sementara untuk menutupi biaya sewa tempat tinggal baru.
Kasus Tami menyoroti pentingnya kesadaran publik akan bahaya KDRT serta perlunya sistem perlindungan yang lebih efektif bagi korban. Pemerintah dan organisasi non‑pemerintah diharapkan dapat memperkuat jaringan layanan, mempercepat penanganan laporan KDRT, serta menyediakan fasilitas penampungan yang layak bagi mereka yang membutuhkan.
Dengan dukungan yang tepat, diharapkan Tami dapat menemukan kembali kestabilan emosionalnya serta membangun kehidupan yang lebih aman dan produktif di masa depan.