Setapak Langkah – 18 Juni 2026 | Balai Guru Negeri (BGN) mengumumkan langkah baru dalam program Mandiri Berbasis Gizi (MBG) dengan meninjau kembali daftar sekolah yang menerima bantuan. Sebanyak 76 sekolah yang berada di wilayah Pulau Jawa tidak lagi masuk dalam daftar penerima MBG.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan alokasi sumber daya lebih tepat sasaran, khususnya kepada anak-anak yang berada di daerah terpencil, tertinggal, dan terluar (3T), serta kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita.
Prioritas baru BGN mencakup:
- Anak-anak di daerah 3T yang mengalami kesulitan akses pendidikan dan gizi.
- Ibu hamil yang membutuhkan suplementasi gizi selama kehamilan.
- Balita usia 0-5 tahun yang berisiko stunting.
Dengan mengurangi jumlah sekolah penerima di wilayah yang relatif lebih mudah dijangkau, diharapkan dana MBG dapat lebih terkonsentrasi pada wilayah yang membutuhkan dukungan intensif.
Implementasi refocusing ini akan diawasi secara berkala, dan BGN berjanji akan melakukan evaluasi dampak serta menginformasikan perubahan selanjutnya kepada publik.