Setapak Langkah – 18 Juni 2026 | Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), Mohammad Shofiyulloh Cokro, menyampaikan keprihatinannya atas tren menurunnya kualitas intelektual di kalangan gerakan mahasiswa saat ini. Ia menekankan bahwa persatuan nasional harus dijadikan landasan utama, sementara intelektualitas harus kembali menjadi kompas yang menuntun aksi mahasiswa.
- Dominasi isu-isu sektarian yang mengalihkan fokus dari kepentingan bangsa.
- Keterbatasan ruang diskusi kritis di lingkungan kampus.
- Kurangnya penanaman nilai-nilai keilmuan yang seimbang dengan semangat keagamaan.
Untuk mengatasi masalah ini, PB PMII mengusulkan langkah-langkah strategis, antara lain:
- Menggelar forum nasional yang melibatkan seluruh organisasi mahasiswa untuk membahas agenda persatuan dan pembangunan intelektual.
- Menumbuhkan budaya dialog terbuka dengan mengintegrasikan kajian ilmiah dan nilai-nilai Islam dalam setiap kegiatan.
- Menetapkan program pelatihan kepemimpinan berbasis riset yang dapat memperkuat kemampuan analitis mahasiswa.
Cokro menegaskan bahwa gerakan mahasiswa tidak dapat dipisahkan dari konteks kebangsaan. Dengan kembali menempatkan intelektualitas sebagai navigasi, mahasiswa dapat berperan lebih efektif dalam membangun Indonesia yang maju, adil, dan berkeadaban.