Setapak Langkah – 18 Juni 2026 | Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia baru‑baru ini menandatangani nota kesepahaman dengan sejumlah lembaga pendidikan di provinsi Kalimantan Barat. Kesepakatan ini dirancang untuk menanamkan semangat kebangsaan sejak usia dini melalui integrasi nilai‑nilai Pancasila, sejarah Indonesia, dan kebudayaan lokal ke dalam kurikulum sekolah.
Dalam acara yang dihadiri oleh Ketua MPR, Ketua DPR, serta perwakilan Dinas Pendidikan Kalimantan Barat, disampaikan bahwa kerja sama ini meliputi tiga fase utama: penyusunan modul pembelajaran kebangsaan, pelatihan guru, dan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler berbasis kebudayaan.
Fase 1: Penyusunan Modul
Tim ahli dari MPR bersama pakar pendidikan lokal akan merumuskan modul yang mencakup materi tentang Pancasila, UUD 1945, tokoh‑tokoh nasional, serta kearifan lokal suku Dayak dan Melayu. Modul tersebut akan disesuaikan dengan jenjang kelas mulai SD hingga SMA.
Fase 2: Pelatihan Guru
- Workshop intensif selama tiga hari untuk memperkenalkan metode pengajaran interaktif.
- Simulasi kelas dengan fokus pada nilai‑nilai kebangsaan.
- Pemberian sertifikasi kompetensi bagi guru yang berhasil menyelesaikan pelatihan.
Fase 3: Kegiatan Ekstrakurikuler
Setiap sekolah akan mengadakan lomba-lomba kebangsaan, seperti lomba pidato, penulisan esai, dan pertunjukan seni tradisional. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus melestarikan warisan budaya daerah.
Para pejabat MPR menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar program simbolis, melainkan upaya jangka panjang untuk memperkuat identitas nasional di tengah tantangan globalisasi. Dengan melibatkan generasi muda secara aktif, diharapkan nilai‑nilai kebangsaan akan tertanam kuat dan berkelanjutan.
Implementasi kerja sama ini dijadwalkan mulai semester depan, dengan target 50 sekolah di wilayah Kalimantan Barat pada tahun pertama. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk menilai dampak program terhadap pemahaman kebangsaan siswa.