Setapak Langkah – 16 Juni 2026 | ExxonMobil baru-baru ini mengumumkan bahwa pelumas sintetis yang dikembangkan oleh perusahaan dapat menurunkan konsumsi energi pada mesin industri hingga sepuluh persen. Produk tersebut dirancang khusus untuk sektor manufaktur, pertambangan, serta industri energi di Indonesia.
Pelumas sintetis ini mengandung aditif khusus yang meningkatkan viskositas pada suhu tinggi sekaligus menurunkan gesekan internal. Menurut data yang disampaikan oleh ExxonMobil, mesin yang menggunakan pelumas ini mampu menghasilkan daya output yang sama dengan konsumsi bahan bakar yang lebih rendah.
| Parameter | Pelumas Konvensional | Pelumas Sintetis ExxonMobil |
|---|---|---|
| Pengurangan konsumsi energi | 0‑5 % | 10 % |
| Peningkatan efisiensi mesin | Standar | +8 % |
| Umur pakai pelumas | 6‑12 bulan | 12‑18 bulan |
Jika klaim tersebut terbukti di lapangan, industri Indonesia dapat menghemat jutaan kilowatt‑jam energi tiap tahunnya, sekaligus menurunkan emisi karbon yang terkait dengan produksi energi. Penghematan biaya operasional ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar global.
Beberapa pakar energi menilai bahwa faktor keberhasilan penerapan pelumas sintetis tidak hanya terletak pada teknologi itu sendiri, melainkan juga pada kesiapan industri untuk beralih dari pelumas tradisional. Adaptasi mesin, pelatihan teknisi, serta kebijakan insentif pemerintah menjadi elemen penting yang perlu dipertimbangkan.
Sejauh ini, ExxonMobil telah melakukan uji coba di beberapa pabrik di Jawa Barat dan Sumatra, dengan hasil awal menunjukkan penurunan konsumsi bahan bakar sebesar 8‑9 %. Perusahaan berencana memperluas program pilot ke sektor energi terbarukan dan transportasi berat pada kuartal berikutnya.
Penggunaan pelumas sintetis yang lebih efisien dapat menjadi salah satu langkah strategis Indonesia dalam mencapai target pengurangan emisi nasional serta meningkatkan produktivitas industri.