Setapak Langkah – 16 Juni 2026 | Pertamina Hulu Energi (PHE) berhasil melampaui target produksi minyak dan gas sebesar satu juta barrel of oil equivalent per day (BOEPD) pada tahun 2025. Pencapaian ini sekaligus diiringi dengan penemuan cadangan baru yang diperkirakan mencapai satu miliar barrel of oil equivalent (BOE), menegaskan posisi perusahaan sebagai kontributor utama ketahanan energi nasional.
Target produksi 1 juta BOEPD merupakan bagian dari agenda pemerintah untuk meningkatkan kemandirian energi dalam rangka memenuhi kebutuhan domestik serta mengurangi ketergantungan pada impor. PHE mengklaim bahwa peningkatan produksi ini berasal dari optimalisasi lapangan eksisting serta pengembangan proyek‑proyek baru yang telah direncanakan sejak beberapa tahun lalu.
| Tahun | Target Produksi (BOEPD) | Realitas Produksi (BOEPD) |
|---|---|---|
| 2023 | 850.000 | 840.000 |
| 2024 | 950.000 | 940.000 |
| 2025 | 1.000.000 | 1.012.000 |
Sementara itu, penemuan cadangan baru yang mencapai satu miliar BOE diharapkan dapat menambah umur produktif lapangan-lapangan yang sudah ada serta membuka peluang investasi lebih lanjut. Cadangan ini tersebar di beberapa blok offshore dan onshore, dengan mayoritas berada di wilayah yang memiliki infrastruktur pendukung yang memadai.
- Keamanan energi: Peningkatan produksi dan cadangan memperkuat posisi Indonesia dalam rangka memastikan pasokan energi yang stabil.
- Dampak ekonomi: Pertumbuhan sektor migas berpotensi meningkatkan pendapatan negara melalui pajak, royalti, dan kontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB).
- Lapangan kerja: Ekspansi operasional PHE diperkirakan menciptakan ribuan lapangan kerja baik secara langsung maupun tidak langsung.
- Investasi asing: Cadangan baru membuka pintu bagi kerjasama dengan perusahaan internasional yang memiliki teknologi eksplorasi canggih.
Dengan capaian ini, PHE menegaskan komitmennya untuk mendukung agenda energi nasional, sekaligus berkontribusi pada target produksi 2025 yang ditetapkan pemerintah. Keberlanjutan produksi dan penemuan cadangan baru diharapkan menjadi landasan bagi Indonesia dalam mengelola sumber daya alam secara lebih optimal dan berkelanjutan.