Setapak Langkah – 14 Juni 2026 | Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) yang dijadwalkan selesai pada tahun 2027 akan mencakup total 4.127 titik lokasi di seluruh Indonesia. Program ini dirancang untuk mempercepat pembangunan jalan, jembatan, dan fasilitas publik lainnya dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat.
Berikut adalah poin penting yang disampaikan Menteri:
- Target 4.127 titik lokasi mencakup daerah perkotaan, pedesaan, dan wilayah terpencil.
- Anggaran total program diperkirakan mencapai Rp 120 triliun, dengan sebagian besar dana disalurkan melalui mekanisme kerjasama pemerintah‑daerah dan lembaga keuangan.
- Pembangunan akan difokuskan pada peningkatan konektivitas transportasi, penanggulangan banjir, serta penyediaan sarana air bersih dan sanitasi.
- Partisipasi masyarakat diwajibkan melalui mekanisme Gotong‑Royong dan pengawasan berbasis teknologi digital.
- Evaluasi berkala akan dilakukan setiap tahun untuk memastikan kualitas dan ketepatan waktu penyelesaian.
Distribusi geografis dari titik lokasi IBM dapat dilihat pada tabel berikut:
| Wilayah | Jumlah Titik Lokasi |
|---|---|
| Sumatera | 712 |
| Jawa | 1.254 |
| Kalimantan | 683 |
| Sulawesi | 540 |
| Papua & Papua Barat | 378 |
| Indonesia Timur (Nusa Tenggara, Maluku) | 560 |
Menteri Dody menambahkan bahwa keberhasilan IBM sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan warga setempat. “Kami berharap program ini tidak hanya meningkatkan infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat terhadap lingkungan mereka,” ujarnya dalam konferensi pers.
Para pakar menilai bahwa skala program yang luas menuntut pengelolaan risiko yang ketat, termasuk transparansi penggunaan anggaran, mitigasi dampak lingkungan, dan pengawasan kualitas konstruksi. Untuk itu, Kementerian PU akan menerapkan sistem pelaporan digital berbasis platform terbuka yang dapat diakses oleh publik.
Jika target tercapai tepat waktu, program IBM diproyeksikan dapat meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 0,8 % per tahun serta membuka lebih dari 200.000 lapangan kerja langsung dan tidak langsung selama masa pelaksanaan.