Setapak Langkah – 14 Juni 2026 | PT Kereta Api Indonesia (KAI) kini memasuki fase evaluasi penggunaan bahan bakar biodiesel berderajat B50, yakni campuran 50% biodiesel dan 50% diesel, untuk armada kereta api nasional. Target utama perusahaan adalah mengoperasikan kereta dengan B50 mulai tahun 2026.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya KAI mengurangi jejak karbon dan menurunkan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh sektor transportasi rel. Dengan mengadopsi B50, perusahaan berharap dapat menurunkan emisi CO2 hingga 15% dibandingkan penggunaan diesel konvensional.
- Pengujian performa mesin dan konsumsi bahan bakar pada lokomotif diesel existing.
- Penyesuaian sistem penyimpanan dan distribusi bahan bakar di stasiun‑stasiun utama.
- Pelatihan teknisi dan masinis mengenai penanganan biodiesel.
- Evaluasi dampak ekonomi, termasuk biaya produksi biodiesel dan potensi penghematan bahan bakar.
Rangkaian evaluasi diperkirakan selesai pada akhir 2024, setelah itu KAI akan menyusun rekomendasi final untuk implementasi skala penuh. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga memberikan dukungan regulasi serta insentif fiskal untuk mempercepat transisi energi bersih di sektor transportasi.
Jika berhasil, penggunaan B50 pada kereta api dapat menjadi contoh bagi industri transportasi lain di Indonesia, sekaligus memperkuat komitmen negara dalam mencapai target pengurangan emisi Nasional 2030.