Setapak Langkah – 04 Juni 2026 | Jembatan Perintis Garuda Merah Putih yang terletak di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, resmi dibuka sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah timur Indonesia. Proyek ini diresmikan oleh Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, yang menegaskan pentingnya jembatan ini bagi mobilitas penduduk dan pengembangan ekonomi lokal.
Jembatan ini memiliki panjang sekitar 250 meter dengan lebar 7,5 meter, memungkinkan lewatnya kendaraan roda empat, sepeda motor, serta pejalan kaki. Struktur rangka baja kuat dipadukan dengan desain estetika bertema Garuda Merah Putih, melambangkan kebanggaan dan semangat kemerdekaan bangsa.
Manfaat utama yang diharapkan meliputi:
- Meningkatkan aksesibilitas antara desa-desa di sekitar Tompobulu dengan pusat kota Maros.
- Mempercepat distribusi hasil pertanian dan perikanan ke pasar regional.
- Mendorong pertumbuhan sektor pariwisata alam dengan membuka rute baru bagi wisatawan yang ingin menjelajahi keindahan alam Sulawesi Selatan.
- Mengurangi waktu tempuh perjalanan yang sebelumnya harus melewati jalur berliku dan rawan banjir.
Selain fungsi transportasi, jembatan ini direncanakan menjadi titik foto populer berkat pencahayaan LED berwarna merah dan putih yang menyala pada malam hari. Pemerintah daerah juga berencana mengembangkan area sekitarnya menjadi taman rekreasi dengan fasilitas tempat duduk, warung kuliner lokal, dan papan informasi sejarah.
Mayjen Bangun Nawoko menyatakan, “Pembangunan jembatan ini tidak hanya sekadar menghubungkan dua wilayah, melainkan juga menunjukkan komitmen negara dalam memperhatikan kesejahteraan masyarakat pinggiran. Kami berharap jembatan ini menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi dan kebanggaan bagi warga Maros.”
Dengan total anggaran sekitar Rp 120 miliar yang dibiayai oleh APBN, proyek selesai tepat waktu dalam 18 bulan. Seluruh proses pembangunan mengikuti standar keamanan dan ramah lingkungan, termasuk penggunaan material daur ulang pada bagian penyangga dan pelestarian flora di sekitar sungai yang dilintasi.
Ke depan, otoritas setempat berencana mengintegrasikan jembatan ini ke dalam jaringan jalur wisata tematik “Jalur Garuda”, yang akan menghubungkan berbagai destinasi alam dan budaya di Sulawesi Selatan, memperkuat posisi provinsi sebagai destinasi wisata utama di Indonesia.