Setapak Langkah – 01 Juni 2026 | Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai pertemuan antara Presiden Republik Indonesia ke-5 Prabowo Subianto dan Presiden ke-8 Megawati Soekarnoputri sebagai titik penting yang dapat membuka ruang dialog konstruktif mengenai masa depan bangsa. Menurut Hasto, pertemuan tersebut bukan sekadar pertemuan formal, melainkan kesempatan strategis untuk menyamakan visi serta mengidentifikasi prioritas kebijakan nasional.
Hasto menekankan bahwa Indonesia tengah menghadapi tantangan kompleks, mulai dari pemulihan ekonomi pasca‑pandemi, ketimpangan sosial, hingga dinamika geopolitik di kawasan Asia‑Pasifik. Dalam konteks ini, ia berharap kedua pemimpin negara dapat mengkaji kembali arah kebijakan yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan keadilan sosial.
Beberapa poin penting yang diharapkan tercapai dalam pertemuan tersebut antara lain:
- Penetapan agenda bersama untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
- Pembahasan strategi peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan publik.
- Penguatan institusi demokrasi serta upaya mengurangi polarisasi politik.
- Penyusunan kerangka kerja kolaboratif antar partai politik dalam menghadapi pemilihan umum mendatang.
Hasto menambahkan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan untuk membangun konsensus nasional, bukan hanya sekadar pertukaran kata‑kata. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan Indonesia bergantung pada kemampuan para pemimpin untuk menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan politik sempit.
Dengan harapan bahwa pertemuan Prabowo‑Megawati dapat menghasilkan kesepakatan konkrit, Hasto mengajak semua elemen bangsa untuk bersikap optimis dan mendukung proses dialog yang terbuka serta berlandaskan pada nilai‑nilai kebangsaan.