Setapak Langkah – 01 Juni 2026 | Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menilai bahwa mantan KSAD sekaligus Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, telah meninggalkan warisan penting dalam hal pembinaan prajurit TNI AD.
Selama masa jabatannya sebagai KSAD (2020–2022) dan Menteri Pertahanan (2022–2024), Ryamizard menekankan profesionalisme, disiplin, serta kesiapan tempur melalui serangkaian program pelatihan intensif. Program-program tersebut meliputi peningkatan standar pendidikan militer, modernisasi sarana latihan, serta integrasi teknologi informasi dalam proses pembelajaran.
- Peningkatan Pendidikan Militer: Revitalisasi kurikulum Akademi Militer, penambahan mata kuliah strategi modern, dan peningkatan kompetensi bahasa asing.
- Modernisasi Sarana Latihan: Pengadaan medan tempur simulasi digital, peningkatan fasilitas tembak menembak, serta penggunaan drone untuk latihan taktis.
- Integrasi Teknologi: Implementasi sistem manajemen pelatihan berbasis cloud yang memungkinkan monitoring real-time kemampuan prajurit.
Ryamizard juga memprakarsai program “Prajurit Siap Pakai” yang menitikberatkan pada kesiapan operasional langsung setelah selesai pelatihan dasar. Program ini menurunkan waktu transisi dari pelatihan ke penugasan lapangan dari enam bulan menjadi tiga bulan.
Warisan pembinaan ini diharapkan akan terus berlanjut di bawah kepemimpinan KSAD selanjutnya, dengan fokus pada adaptasi terhadap dinamika ancaman modern serta peningkatan kesejahteraan prajurit.